BPBD Gunungkidul Maksimal Menanggulangi Bencana

Ahmad Mustaqim 22 November 2018 14:34 WIB
bencana alam
BPBD Gunungkidul Maksimal Menanggulangi Bencana
Akses jalan menuju wilayah Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Senin, 19 November 2018. Medcom.id-Ahmad Mustaqim.
Gunungkidul: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta hanya memiliki dana cekak untuk menghadapi musim hujan. Minimnya anggaran untuk penanggulangan bencana ini tak lepas dari penggunaan anggaran yang sudah memasuki akhir tahun. 

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edi Basuki menjelaskan, total dana untuk antisipasi bencana sekitar Rp750 juta. Rincian anggaran itu untuk kesiapsiagaan (sekitar Rp100 juta), sewa alat berat (Rp150 juta), serta rehabilitasi, rekonstruksi, dan tenaga (Rp450 juta). 

"Anggaran ini karena anggaran yang sudah berjalan dari APBD tahun ini. Jika memang sangat butuh (dana tambahan), sekiranya bisa memakai dana tak terduga," kata Edi saat dihubungi Medcom.id di Yogyakarta, Kamis, 22 November 2018. 


Dengan kondisi itu, BPBD harus bisa memaksimalkan potensi di daerah setempat untuk meminimalisasi dampak bencana musim hujan. Edi menyatakan BPBD telah berkirim surat kepada 18 camat di kecamatan setempat.

Surat itu berisi imbau kepada pemerintah di tingkatan bawah untuk lebih siap dan siaga menghadapi musim pancaroba memasuki musim hujan. 

Ia berkata, surat tersebut juga ditembuskan ke pemerintah desa agar kewaspadaan di tingkat wilayah paling bawah lebih ditingkatkan.

"Kami ada 47 desa tangguh bencana. Harapannya ini ada peningkatan kapasitas pada masyarakat yang ada di kawasan rawan bencana. Kami juga koordinasi dengan kelompok forum pengurangan risiko bencana di tingkat wilayah," ujarnya. 

Dalam masa pancaroba memasuki musim hujan, angin kencang hingga pohon tumbang potensial terjadi. Apabila hujan intensitas tinggi, katanya, bisa diikuti dengan longsor di daerah perbukitan. 

Edi mengatakan akan mengecek 30 alat peringatan longsor atau early warning system (EWS) yang ada di lokasi rawan bencana. Menurut dia, lokasi rawan longsor masih hampir sama, seperti di kecamatan Gedangsari, Patuk, Nglipar, Ngawen, dan Ponjong bagian utara. 

"Memang masih ada warga yang tempat tinggalnya di daerah rawan longsor. Kami imbau agar mereka lebih waspadai saat hujan dalam intensitas tinggi. Setidaknya, bisa berpindah sementara waktu saat hujan berlangsung berjam-jam," ujarnya.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id