Warga Yogyakarta Diminta Waspada Abu Merapi
Sejumlah pelajar memakai masker usai letusan freatik Gunung Merapi. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)
Yogyakarta: Letusan freatik Gunung Merapi, pada Jumat pagi, 11 Mei 2018, menyebabkan hujan abu di sebagian besar wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY, wilayah terdampak abu letusan freatik di antaranya Kecamatan Tempel, Turi, Pakem, Ngemplak dan Sleman. 

Selain itu, juga sebagian Kecamatan Ngaglik, Godean, Depok, dan Gamping. Sebagian wilayah Kota Yogyakarta, Bantul, dan Kulon Progo.

Baca: Warga Desa di Klaten Diimbau tak Mengungsi


Kepala Seksi Rujukan dan Kesehatan Khusus, Dinas Kesehatan DIY, Anung Trihadi, mengatakan abu letusan freatik Gunung Merapi sangat kecil. Abu akibat letusan freatik akan membahayakan, jika terkena bagian tubuh manusia yang sensitif. 

"Akan membahayakan jika abu masuk saluran tubuh yang rentan. Jika tak ada kepentingan, jangan keluar rumah," kata Anung di kantor BPBD DIY, Jumat, 11 Mei 2018.

Anung mengimbau masyarakat menggunakan pelindung hidung, mulut, dan mata bila terdesak untuk beraktivitas di luar rumah. Jika abu mengenai mata, berpotensi iritasi. 

"Jika alergi saluran nafas bisa muncul batuk, bisa sesak nafas. Material (letusan freatik Gunung Metapi) halus di permukaan. Meskipun lebih berbahaya dari letusan abu Gunung Kelud," kata dia. 

Baca: Bandara Adisutjipto Ditutup Sementara



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id