Apel persiapan posko Lebaran 2019 di Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa, 28 Mei 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim.
Apel persiapan posko Lebaran 2019 di Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa, 28 Mei 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Polda DIY Fokus Kejahatan Jalanan saat Arus Mudik

jalur mudik Mudik Lebaran 2019
Ahmad Mustaqim • 28 Mei 2019 14:57
Yogyakarta: Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta akan fokus mengantisipasi keselamatan pemudik lebaran 2019. Selain kesiapan yang dilakukan pemudik, kepolisian diimbau sigap dalam memberikan pelayanan. 
 
Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Inspektur Jenderal Ahmad Dofiri mengatakan kecelakaan bisa dihindari dengan adanya kerja sama masyarakat dengan kepolisian dalam menciptakan kelancaran arus lalu lintas.
 
"Polda DIY terutama kecelakaan lalu lintas, masalah kejahatan yang ada di jalanan, seperti begal dan jambret itu yang jadi fokus perhatian," kata Dofiri di Mapolda DIY, Selasa, 28 Mei 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dofiri memjelaskan usai agenda pengamanan pesta demokrasi, kepolisian harus segera fokus pada pengamanan arus mudik. Jutaan orang akan melintas di setiap daerah dan harus dijaga agar bisa selamat sampai kembali lagi. Pengamanan juga dilakukan di berbagai jalur obyek wisata.
 
"Walaupun DIY bukan dilintasi tapi kan tujuan orang pemudik ada di DIY. Pemudik banyak yang lewat jalur trans Jawa. Tapi, otomatis kalau dulu dari arah Magelang sekarang lebih banyak dari arah Solo dan Klaten," jelas Dofiri.
 
Dofiri menilai pengamanan wilayah perlu perhatian lebih. Dengan personel gabungan sebanyak lima ribuan, baik Polri, TNI, dan instansi lain, pembagian sistem penjagaan perlu dilakukan di berbagai titik, termasuk penjagaan di pos polisi.
 
"Saya kira ini (terorisme) masih menjadi bagian prioritas kita, terutama yang ada di pos-pos (polisi) menjadi atensi kita," ucapnya. 
 
Ketua PMI DIY, Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo mengerahkan seluruh personel untuk bersiaga selama arus lebaran. Mereka akan disebar di berbagai posko strategis untuk mengantisipasi jika terjadi kecelakaan.
 
"Tiap tempat ditempatkan rata-rata delapan personel PMI. Khusus Sleman sudah di back up pemerintah daerah (penanganannya)," kata Gusti. 
 
Gusti meminta penempatan mobil ambulan berada di lokasi yang mudah menjangkau rumah sakit. Ini perlu dilakukan apabila ditemukan korban kecelakaan bisa dievakusi dan dibawa ke rumah sakit dengan cepat. Sekitar 20 mobil ambulan disiagakan. 
 
"Belajar saat kampanye pilpres kemarin, kita salah tempat. Penempatan ambulan harus paling mudah, paling cepat, dan paling dekat dengan rumah sakit," pungkas Gusti.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif