Kecelakaan Lion Air JT-610

Imas Sadar Sang Suami Jadi Korban Lewat WhatsApp

Rhobi Shani 30 Oktober 2018 11:27 WIB
Lion Air Jatuh
Imas Sadar Sang Suami Jadi Korban Lewat WhatsApp
Imas Heniyati, istri penumpang pesawat Lion Air JT610 yang mengalami kecelakaan pada, Senin, 29 Oktober 2018. Medcom.id/Rhobi Shani
Kudus: Imas Heniyati langsung mengambil telepon seluler saat mendengar kabar kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 di televisi. Percakapan dengan suaminya lewat aplikasi WhatsApp dibuka.

Dari percakapan itu Imas baru sadar pesawat yang mengalami kecelakaan adalah pesawat yang ditumpangi sang suami. Tangis pun pecah. Kesedihan tak terbendung.

Sebelum mendengar kabar peristiwa kecelakaan, Imas tak punya firasat. Suami Imas, Bambang Rozali Usman, selalu berkirim kabar sebelum dan sesudah naik pesawat.


"Sebelum terbang, sempat telepon. Saya tanya, sudah makan belum. Abi bilang sudah makan bekal bawaan dari saya. Sebelum ditutup, saya bilang hati-hati. Begitu kebiasaan kami,” ujar Imas, saat ditemui di kediamannya di RT 2 RW 9 Desa Pasuruan Lor, Kecamatan jati, Kudus, Senin petang, 29 Oktober 2018.

Bambang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Perbendahraan Kantor Wilayah Pangkal Pinang  dan menjadi penumpang pesawat Lion Air JT-610. Dia menjabat sebagai Kasubbag Tata Usaha dan Rumah Tangga. Bambang berangkat dari Cengkareng menuju Pangkal Pinang.

Imas menceritakan, suaminya tiba di rumah pada Jumat, 26 Oktober 2018. Ketika di rumah, Bambang sempat meminta anaknya yang masih menempuh pendidikan di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, untuk pulang ke Kudus. Dia ingin anaknya berkumpul bersama keluarga.

Bambang bertolak ke Jakarta Minggu, 28 Oktober 2018, untuk kembali bekerja ke kantornya pada Senin, 29 Oktober 2018. "Sebelum pesawat berangkat sempat telepon dan meminta mendoakan perjalanannya selamat sampai di tempat kerja," kata Imas sembari memegang foto suaminya.

Kakak kandung Bambang, Agus Budi Suharto menyebut adiknya sudah hampir tiga tahun bertugas di Pangkal Pinang. Sebelumnya, Bambang bertugas di Medan selama 2,5 tahun.

"Selama di rumah dia terbilang baik. Tak pernah tinggal salat. Juga puasa sunah," kata Agus. Sebagai kakak, dia berharap adiknya diberi keselamatan.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id