Gunung Merapi--Antara/Hendra Nurdiyansyah (Antara)
Gunung Merapi--Antara/Hendra Nurdiyansyah (Antara) ()

Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar

gunung merapi
08 Mei 2019 10:24
Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan, Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan dua kali guguran lava pijar pada Rabu, 8 Mei 2019 dengan jarak luncur 950-1.400 meter.  
 
"Kondisi itu terekam pada periode pengamatan pukul 00.00 sampai 06.00 WIB mengarah ke hulu Kali Gendol," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida di Yogyakarta, melansir Antara. 
 
Dia menjelaskan, selain guguran lava, gunung api aktif di Indonesia itu juga mengalami 10 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-30 mm selama 46-138 detik, 2 kali gempa embusan dengan amplitudo 7 mm selama 18.6-40 detik, dan satu kali gempa frekuensi rendah beramplitudo 5 mm dengan durasi 15 detik.    

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, 6 gempa hybrid dengan amplitudo 2-21 mm selama 7.8-12.8 detik, satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 65 mm selama 11 detik, dan gempa tektonik jauh dengan amplitudo 15 mm dan durasi 115 detik. 
 
"Sementara, hasil pengamatan visual pada periode itu menunjukkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah," jelasnya.
 
Selain itu, angin di gunung bertiup lemah ke arah selatan. Suhu udara 16 sampai 21 derajat celsius dengan kelembapan udaranya 67-97 persen dan tekanan udara 567-708 mmHg. Hanik menyatakan, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau waspada. 
 
"Untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana," ucapnya.
 
BPPTKG mengimbau warga, tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Karena semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi. 
 
Dia mengingatkan, warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya.
 
"Tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG," tandasnya. 
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif