Pesantren Al Hidayat Terapkan Dakwah Milenial

Budi Arista Romadhoni 21 Oktober 2018 16:32 WIB
pondok pesantrenhari santri nasional
Pesantren Al Hidayat Terapkan Dakwah Milenial
Pengurus Ponpes Al Hidayat, Zaim Ahmad Makshum di Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Minggu, 21 Oktober 2018. Medcom.id/ Budi Arista Romadhoni.
Semarang: Mencapai umur satu abad, tidaklah mudah bagi para pengurus Pondok Pesantren Al Hidayat. Dinamika sosial yang berubah, cara mengajak santri belajar agama islam juga harus berkembang mengikuti zaman. 

Pengurus Ponpes Al Hidayat, Zaim Ahmad Makshum mengungkapkan, pendekatan dakwah saat ini juga harus menyesuaikan dengan cara yang milenial. 

"Touring komunitas motor ini adalah bagian dari dakwah, yaitu dakwah melenial. Touring toleransi, diikuti berbagai komunitas motor yang agamanya berbeda," kata Zaim di Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Minggu, 21 Oktober 2018. 


Zaim menjelaskan, pesantren yang didirikan oleh ayahnya KH Ma'soem Ahmad tidak besar secara tiba-tiba. Ponpes berdiri sejak 1916 dan senantiasa memegang teguh tasamuh (toleransi).

"Pesantren kita tidak datang tiba-tiba, tapi berawal dari pesantren kecil dan sekarang menjadi besar," jelas Zaim. 

Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayat terletak di Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang dengan 1500 santri. Konsepnya cukup unik yaitu toleransi antar umat beragama, dan telah lama diajarkan oleh pendiri pondok tersebut.

"Almarhum Kiai Maksum selalu mengedepankan dialog bil hikmah (adil-bijaksana). Hal inilah yang membuat almarhum dikagumi sekaligus disegani masyarakat luas di Lasem dan sekitarnya," beber Zaim.

Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen meneruskan perjuangan memberikan dakwah tentang toleransi, terlebih memasuki momen satu abad berdirinya Ponpes Al Hidayat.

"Hari ini pada grand launching juga menghadirkan para pemuka agama lain," tandas Zaim.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id