Menteri Pertahanan Ryamizad Ryacudu (kedua kanan) dan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (kedua kiri) di Yogyakarta, Selasa, 11 Juni 2019. MEDCOM.id-Ahmad Mustaqim.
Menteri Pertahanan Ryamizad Ryacudu (kedua kanan) dan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (kedua kiri) di Yogyakarta, Selasa, 11 Juni 2019. MEDCOM.id-Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Menhan Menemui Dua Tokoh Muhammadiyah

kedaulatan nkri
Ahmad Mustaqim • 11 Juni 2019 17:36
Yogyakarta: Menteri Pertahanan Ryamizad Ryacudu menemui dua tokoh Muhammadiyah di Yogyakarta, yakni mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif dan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. 
 
Pertemuan Ryamizad dengan Buya Syafii berlangsung sekitar dua jam. Sementara, pertemuan dengan Haedar sekitar satu jam. 
 
"Organisasi terbesar ini ada Muhammadiyah dan NU, sangat penting. Keduanya harus dijaga. Saya kunjungan ke semua, ada ulama, hingga prajurit," kata Ryamizad di Yogyakarta, Selasa, 11 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ryamizad menjelaskan bangsa ini harus mengutamakan politik negara. Politik negara yakni menjaga NKRI tetap utuh dengan dasar Pancasila. Ryamizad menilai Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar penting dalam menjaga bangsa.
 
Sementara Buya Syafii mengatakan langkah Ryamizad positif dilakukan. Ia menila  Ryamizad sosok tentara yang tak mau ke politik. "Walaupun temannya seangkatan macam-macam, dia riil prajurit seperti ini. Jangan membawa negara ke politik pragmatis yang merusak," kata Buya Syafii.
 
Sementara, Haedar Nashir mengatakan kedatangan Menhan Ryamizad merupakan hal yang wajar. Sebagai salah satu organisasi terbesar, Menhan memandang perlu adanya kebersamaan dalam menjaga negara. 
 
"(Menhan) sering mampir pas ke Yogyakarta karena pandangan Muhammadiyah organisasi besar dan memiliki sejarah. Bangsa dan negara memerlukan gerakan keagamaan," ungkap Haedar.
 
Haedar menambahkan bangsa Indonesia harus tetap saling menjaga meski banyak ditemukan perbedaan. Menurut dia, sikap saling menghargai dan melindungi akan menjadi pemersatu. 
 
"Indonesia kuat karena cinta bangsanya dan kekuatan agama. Yang besar itu mengayomi yang kecil, yang kecil jangan arogan. Di situ akan terjadi persatuan," pungkas Haedar.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif