Erupsi Gunung Merapi Akan Terus Berlanjut
Gunung Merapi dari wilayah Kecanatan Cangkringan, Sleman. Medcom.id-Ahmad Mustaqim
Yogyakarta: Erupsi freatik Gunung Merapi menjadi tanda gunung tersebut aktif dalam beberapa waktu ke depan. Erupsi freatik yang intensitasnya cukup tinggi juga belum dapat dipastikan akan memicu erupsi magmatik atau tidak.

"(Erupsi freatik) bukan sebagai pengaruh, tapi sebagai tanda-tanda aktivitas yang akan datang. Kita ikuti saja, karena ini kan baru berapa hari," kata Kepala Seksi Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso di Yogyakarta pada Rabu, 23 Mei 2018.

Agus mengatakan, perlu analisa untuk bisa menentukan waktu aktivitas Gunung Merapi. Sebab, penelitian sampel material erupsi freatik Gunung Merapi yang dilakukan BPPTKG belum bisa diketahui hasilnya.


Ada sejumlah tanda-tanda saat Gunung Merapi erupsi Magmatik pada medio 2010 lalu. Salah satunya yakni puncak gunung tampak runcing dan kemudian terjadi sumbatan.

Sementara, sumbatan yang ada di bagian puncak Gunung Merapi saat ini lebih tipis dibanding peristiwa 2010. "Indikasi-indikasi yang dulu muncul sebelum erupsi 2006 dan 2010, itu bisa jadi berbeda dengan yang akan terjadi ke depannya," katanya.

Agus mengingatkan masyarakat tidak panik menghadapi erupsi freatik yang beberapa hari ini kerap terjadi. Walaupun erupsi freatik yang terjadi dalam tiga hari terakhir terbilang tinggi.

Erupsi Freatik pertama terjadi pada 21 Mei 2018 pukul 01.25 WIB. Kemudian disusul dengan erupsi serupa pada pukul 09.38 WIB. Jarak waktu erupsi ini kurang dari sembilan jam. Setelah erupsi kedua, erupsi freatik ketiga terjadi pada pukul 17.50 WIB. Jarak waktunya juga kurang dari sembilan jam.

Pada Rabu, 23 Mei 2018, erupsi freatik kembali terjadi pada 03.31 WIB durasi empat menit ketinggian 2000 meter. Jarak waktu erupsi freatik kali ini lebih dari 24 jam.

"Letusan Freatik tidak membahayakan jiwa di luar radius tiga kilometer," katanya.



(SUR)