Sebagian Besar Calon Jemaah Haji DIY di Atas 50 Tahun

Ahmad Mustaqim 03 Juli 2018 16:48 WIB
Haji 2018
Sebagian Besar Calon Jemaah Haji DIY di Atas 50 Tahun
Suasana proses pembekalan calon jemaah haji di Gedung Asrama Haji DIY di Jalan Padjajaran Sleman, Yogyakarta, Selasa, 3 Juli 2018. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Yogyakarta: Sebagian calon jemaah haji asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2018 berusia di atas 50 tahun. Dari jumlah total sekitar 3.158 jemaah, pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat menyatakan akan memberikan bekal maksimal bagi calon jemaah haji berisiko.

Kepala Seksi Pembinaan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Tulus Dumadi mengungkapkan, jemaah haji berusia lebih dari 50 tahun memiliki risiko. Terlebih untuk jemaah berusia lebih dari 60 tahun.

"Kami masih lakukan pendataan semua. Kalau usia termuda (calon jemaah haji asal DIY) 20-an tahun, lalu tertua 80-an tahun," kata Tulus selepas proses pembekalan calon jemaah haji di Gedung Asrama Haji DIY di Jalan Padjajaran Sleman, Yogyakarta, Selasa, 3 Juli 2018.


Ia menuturkan, para calon jemaah yang saat ini dalam proses pembekalan diminta menjaga kondisi kesehatan. Selain itu, pihaknya akan kembali melihat hasil pemeriksaan petugas kesehatan puskesmas atau rumah sakit perihal siapa dan berapa orang yang berisiko tinggi.

"Kita akan lihat informasi dulu dari puskesmas, mana yang berisiko tinggi. Kita akan mempertimbangkan masak-masak," ujarnya.

Hingga saat ini, sebanyak lima calon jemaah haji asal DIY sudah meninggal. Tulus mengaku masih melakukan validasi data perihal itu. Menurut dia, kebijakan pembatalan keberangkatan jemaah haji hingga pengembalian uang menjadi keputusan ahli waris.

"Nanti ahli waris akan membatalkan keberangkatan, atau uang akan dikembalikan, keputusan kami serahkan," katanya.

Dalam pembekalan calon jemaah haji, ia menambahkan, pihak pembina menyadarkan kembali tentang hakikat beribadah haji dan umrah di tanah suci. Selain penjelasan di atas, juga penjelasan mengenai kesehatan masing-masing individu.

Lain itu, para calon jemaah juga diberi bekal untuk diberi tanda agar memudahkan mengingat nama dan kamar hotel selama di tanah suci. "Calon jemaah haji DIY terbagi sembilan kloter, yakni kloter 21 sampai 29, dan akan berangkat mulai 23 Juli 2018," ujarnya.



 



(SUR)