BPOM Sita Obat Ilegal Bernilai Rp3,5 Miliar di Semarang

Budi Arista Romadhoni 31 Mei 2018 11:24 WIB
obat ilegal
BPOM Sita Obat Ilegal Bernilai Rp3,5 Miliar di Semarang
Petugas memeriksa gudang Obat ilegal berkedok Agen Jasa Pengiriman Paket di Jalan Soekarno-Hatta No 12, Kota Semarang, Kamis 31 Mei 2018. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Semarang: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyita gudang dan obat ilegal yang berkedok Jasa Pengiriman Paket di Jalan Soekarno-Hatta No 12, Kota Semarang, Jawa Tengah. BPOM mengendus jaringan penjual obat ilegal bermodus online di Indonesia.

Kepala BPOM RI Penny K Lukito mengungkapkan praktik penjualan diduga melalui e-Commerce dan media Sosial.

"Pelaku  berinisial UA menjalankan usaha di gudang ini sebagai tempat penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman barang," kata dia saat meninjau langsung gudang penyimpanan obat ilegal di Semarang, Kamis, 31 Mei 2018.


Dari tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan barang bukti kejahatan berbagai jenis obat ilegal yang banyak ditemukan di peredaran. Setidaknya 127 ribu barang yang tediri dari 146 jenis kosmetik dan obal ilegal disita.

"Antara lain injeksi vitamin C, kalogen, gluthathion, tritinoin, obat pelangsing, sibutramine HCL, serta produk kecantikan dengan nilai mencapai Rp3,5 miliar," ungkapnya.

Selain itu, BPOM menyita seluruh obat ilegal beserta dokumen catatan penjualan. Tidak ketinggalan alat kerja penjualan yaitu tujuh ponsel dan lima komputer.

"Berdasarkan dokumen yang ditemukan dan keterangan tersangka UA, usaha dijalankan sejak 2015 dengan omzet Rp400-500 juta per bulan," ujarnya.

Pelaku diduga melanggar Pasal 196 dan 197 Undang-Undang No 36 Tahun 2009 tenyang kesehatan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

"Kami terus menelusuri temuan ini untuk mengungkap pelaku kehajatan ini," tandasnya.


Petugas memeriksa gudang Obat ilegal berkedok Agen Jasa Pengiriman Paket di Jalan Soekarno-Hatta No 12, Kota Semarang, Kamis 31 Mei 2018. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni

 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id