Pengadaan Seragam di SMP Negeri 4 Ngaglik Dihentikan Sementara

Ahmad Mustaqim 13 Juli 2018 09:13 WIB
pendidikan
Pengadaan Seragam di SMP Negeri 4 Ngaglik Dihentikan Sementara
SMP Negeri 4 Ngaglik yang melakukan pengadaan seragam bagi siswanya. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Sleman: Pengadaan kain seragam sekolah di SMP Negeri 4 Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dihentikan sementara. Keputusan ini diambil menyusul polemik yang terkait aturan Kementerian Pendidikan serta kesediaan orang tua siswa.

"Semua (kain seragam) masih di tempat. Yang telanjur dibawa orang tua ya belum tahu (seperti apa)," kata Kepala SMP Negeri 4 Ngaglik, Susyanto saat dihubungi pada Kamis, 12 Juli 2018.

Pihak sekolah akan kembali mengundang orang tua siswa pada Senin, 16 Juli 2018. Pihaknya ingin meminta konfirmasi lebih lanjut perihal pengadaan kain seragam bagi siswa baru.


Pihak sekolah akan menyerahkan keputusan jadi atau tidaknya pengadaan seragam itu kepada wali murid.

Ia juga mengaku, pengadaan kain seragam bukan semata dari sekolah. Menurutnya, pengadaan kain seragam juga merupakan titipan dari salah satu toko kain di Yogyakarta.

Susyanto menambahkan, pihak sekolah sudah menyampaikan hal tersebut sudah disampaikan kepada orang tua siswa dalam pertemuan yang diadakan pada Kamis siang.

"Jadi (orang tua) boleh beli, boleh tidak. Tujuannya (pengadaan seragam) agar orang tua lebih mudah. Kami akan minta bagi orang tua yang setuju untuk membuat surat pernyataan," ujarnya.

Baca: Panitia PPDB SMPN 4 Ngaglik Akui Tarik Biaya Seragam

Salah satu wali murid, Baharudin, mengatakan pengadaan seragam seharusnya dilakukan dengan persetujuan seluruh orang tua siswa baru. Selain itu, pengadaan kain seragam saat ini ada baiknya dicarikan pembanding dengan harga di lokasi lain.

Menurut dia, harga Rp1.050.000 untuk empat stel kain seragam terlalu mahal.

"Lainnya masih harus jahit lagi, pasti harus ada pengeluaran tambahan. Ya walaupun sekolah mengatakan diserahkan kepada orang tua," ungkapnya.

Ia menambahkan, pihak sekolah juga menyatakan akan mengevaluasi program pengadaan kain seragam untuk siswa baru ajaran tahun depan. Selain itu, pihak sekolah juga mengklarifikasi perihal pembayaran Rp505 ribu untuk keperluan kunjungan muskala, pengadaan air minum, kegiatan kemah, latihan kurban, map dokumen, foto, pentas seni tutup tahun, dan dana sehat.

"Klarifikasinya, itu untuk selama tiga tahun atau hingga (siswa) lulus, karena sebelumnya dikira hanya untuk setahun saja," kata dia.

Sebelumnya, pengadaan kain seragam di SMP Negeri 4 Ngaglik menjadi masalah. Selain dari pihak orang tua, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY menyatakan kegiatan itu bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010.

Salah satu bunyi aturan tersebut yakni soal larangan bagin tenaga kependidikan, pendidik, baik itu guru atau karyawan dan anggota komite menjual bahan seragam atau seragam. Pihak Ombudsman masih menelusuri masalah tersebut.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id