Ilustrasi alat pendeteksi tsunami di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Sabtu (16/4). FOTO ANTARA/Ampelsa.
Ilustrasi alat pendeteksi tsunami di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Sabtu (16/4). FOTO ANTARA/Ampelsa. (Antara)

BMKG Kembali Uji Coba Sirine Tsunami di Cilacap

tsunami Mitigasi Bencana
Antara • 26 Maret 2019 20:03
Cilacap: Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bekerja sama dengan BPBD kabupaten Cilacap kembali melakukan uji coba alat peringatan dini tsunami di kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Uji coba tersebut dilakukan guna memastikan sirine di lokasi tersebut beroperasi baik.
 
"Petugas dari Stasiun Geofisika Banjarnegara ikut mendampingi uji coba tersebut dan hasilnya beroperasi dengan baik," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhi di Cilacap, Selasa, 26 Maret 2019.
 
Setyoajie menjelaskan, uji coba tersebut merupakan kegiatan rutin bulanan yang dilakukan di kKabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). "Lokasinya masih sama dengan ujicoba pada Februari 2019 yaitu di kantor Kelurahan Tegal Kamulyan, kabupaten Cilacap dan BTS Telkomsel di kelurahan Jetis kabupaten Cilacap," jelas Setyoajie.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setyoajie kembali mengatakan, dari hasil uji coba diketahui bahwa sirine di Tegal Kamulyan berbunyi sesuai dengan protokol sirine yang telah ditetapkan, pada pukul 10.00 waktu setempat.
 
"Selain itu juga telah dicoba aktivasi secara otomatis dari BMKG Pusat dan berhasil sebanyak tiga kali," ungkap Setyoajie.
 
Setyoajie menambahkan, sirine di Jetis juga berbunyi sesuai dengan protokol sirine yang telah di tetapkan, pada pukul 10.02 waktu setempat. "Berbunyi dengan baik dan di aktivasi secara otomatis dari BMKG Pusat juga telah berbunyi sebanyak tiga kali," cetus Setyoajie.
 
Menurut Setyoajie, kegiatan rutin tersebut dilakukan untuk memastikan perangkat yang ada dapat dioperasikan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan. BMKG memastikan bahwa seluruh perangkat peringatan dini tsunami dalam kondisi baik dan dapat beroperasi dengan baik kapanpun dibutuhkan.
 
ia juga mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi atau upaya pengurangan risiko bencana tsunami. "Ini dilakukan dalam rangka pengurangan risiko bencana gempa dan tsunami di wilayah sekitar," tandas Setyoajie.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif