Dinkes Jateng Ungkap Bahaya Konsumsi Rebusan Pembalut

Budi Arista Romadhoni 09 November 2018 19:34 WIB
narkoba
Dinkes Jateng Ungkap Bahaya Konsumsi Rebusan Pembalut
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 9 November 2018. Medcom.id/ Budi Arista Romadhoni.
Semarang: Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah mengungkap modus baru remaja kecanduan Narkoba, yaitu dengan melakukan tindakan abnormal menenggak air dari rebusan pembalut. Hal tersebut sangatlah membahayakan para remaja dan menyebabkan kematian.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan pembalut mengandung klorin dan karisogenik yang berbahaya bila dikonsumsi.

"Itu kan zat yang tidak untuk diminum dan konsumsi, tentu jadi racun. Dalam waktu yang lama akan membahayakan," kata Yuliano di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 9 November 2018. 


Yulianto menyebut jika rebusan pembalut dikonsumsi secara terus menerus maka bisa menyerang organ bagian dalam manusia, seperi hati, jantung dan kemungkinan terburuknya yaitu menyebabkan kematian.

"Belum pernah menjumpai pengkonsumsinya. Itu sangat berbahaya, bisa kena hati dan jantung. Kalau racun yang menumpuk bisa saja kematian," jelas Yulianto.

Namun demikian, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, akan melakukan upaya pencegahan dengan sosialisasi langsung ke remaja.  

Tidak hahya itu, Puskesmas juga akan diarahkan untuk melakukan sosialisasi dan waspada terhadap berbagai kemungkinan peristiwa yang disebabkan oleh konsumsi rebusan pembalut.

"Ada puskesmas yang beruhubungan langsung dengan masyarakat. Sudah arahkan ke teman-teman terutama pantura timur supaya mewaspadai, siap siaga kalau terjadi apa-apa," beber Yulianto.

Sebelumnya, BNNP Jateng mendapatkan laporan para remaja yang kecanduan air rebusan pembalut berusia 13-16 tahun. Keberadaan mereka, menurut informasi tersebar di kawasan pinggiran Kabupaten Purwodadi, Kudus, Pati, Rembang, dan Kota Semarang. 



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id