Rektor UGM Panut Mulyono di kantor Ombudsman RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa 8 Januari 2019. Medcom.id/Patricia Vicka
Rektor UGM Panut Mulyono di kantor Ombudsman RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa 8 Januari 2019. Medcom.id/Patricia Vicka (Patricia Vicka)

Wisuda Terduga Pemerkosa Mahasiswi UGM Tunggu Konseling

pemerkosaan
Patricia Vicka • 08 Januari 2019 14:08
Yogyakarta: Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono menegaskan H, pemerkosa mahiswi UGM, hanya dapat mengikuti wisuda usai menyelesaikan sanksi akademik. Hal ini untuk menjawab permintaan pihak H agar bisa mengikuti wisuda pada Februari mendatang.
 
H dan korban pemerkosaan, N, masih mengikuti konseling yang diadakan Fakultas psikologi UGM. Konseling merupakan sanksi akademik yang dijatuhkan rektorat.
 
"Soal wisuda, kami lihat dulu persyaratan akademiknya. Apakah terpenuhi atau tidak. H harus memenuhi persyaratan (akdemik) dan menjalani sanksi mandatori konseling sampai tuntas dulu," ujar Panut usai memberi memberi keterangan pada Ombudsman RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Yogyarta, Selasa 8 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Konseling korban dan pelaku salah satu hasil rekomendasi tim investigasi UGM. H dan N diwajibkan mengikuti konseling tatap muka sebanyak beberapa pertemuan sejak rekomendasi tim investigasi keluar. Hingga kini H dan N masih aktif mengikuti konseling di UGM.
 
Sebelumnya H berencana menyurati Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) agar bisa mengikuti wisuda pada Februari 2019.  Tindakan ini disampaikan pengacara H, Tommy Susanto saat jumpa pers beberapa waktu lalu.
 
Susanto mengatakan UGM tak bisa menghambat kliennya mengikuti wisuda. Lantaran H sudah menyelesaikan kewajiban akademisnya.
 
Menurut Tommy, UGM sudah terlalu dini menjatuhkan sanksi penundaan wisuda kepada kliennya. Ia beranggapan, akademik dan dugaan tindak pidana yang kliennya lakukan tak saling berkaitan.
 
 H seharusnya diwisuda pada November 2018. Namun ditangguhkan akibat dugaan kasus pemerkosaan yang terjadi pada Juli 2017. Nama H dicoret dari daftar calon wisudawan beberapa saat jelang hari pelaksanaan wisuda.
 

 

 
 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif