Pengosongan dilakukan pada Senin, 27 November 2017. Satu per satu warga meninggalkan rumah mereka.
"Target kami, warga bisa mengubah sikap untuk pindah. Lebih cepat lebih baik," kata Manajer Proyek Pembangunan NYIA PT AP I, R Sujiastono, di Yogyakarta.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
PT AP mencatat, ujar Sujiastono, sebanyak 159 bidang tanah dikonsinyasikan atau dititipkan di pengadilan. Sedangkan 40 bidang tanah milik kelompok Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP).
Sujiastono mengatakan sudah melayangkan surat peringatan sebanyak tiga kali agar warga mengosongkan lahan. Namun warga masih bertahan.
Kepala Bagian Operasional Polres Kulonprogo Komisaris Polisi Sudarmawan melibatkan 138 polisi untuk membantu proses pengosongan lahan. Satuan polisi pamong praja dan Satuan Radar Congot turut dalam kegiatan itu.
"Pengamanan pengosongan lahan dilakukan selama empat hari ke depan," ungkapnya.
Fajar, warga setempat, mengaku tak ingin menjual lahan. Lantaran itu ia tak mengikuti tahapan pelepasan hak atas tanah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
