Kantor Abu Tours, Tegal Rejo, Yogyakarta, DI Yogyakarta. Foto: Medcom.id/Patricia Vicka
Kantor Abu Tours, Tegal Rejo, Yogyakarta, DI Yogyakarta. Foto: Medcom.id/Patricia Vicka (Patricia Vicka)

Abu Tours Yogyakarta Segera Dilaporkan ke Polisi

penipuan ibadah umrah
Patricia Vicka • 19 Maret 2018 18:40
Yogyakarta: Calon peserta umrah Abu Tours berencana melaporkan manajemen Abu Tours Yogyakarta ke polisi. Pelaporan dilakukan bila Abu Tours Yogyakarta tak memiliki itikad baik untuk kejelasan keberangkatan ke Tanah Suci. 
 
"Kami masih coba untuk melakukan negosiasi dan diskusi dengan management Abu Tours Kamis besok. Tapi sampai akhir bulan ini kalau tidak ada itikad baik dari mereka, mungkin kami akan memikirkan untuk bawa ke ranah hukum,"ujar seorang calon peserta umrah Abu Tours Yogyakarta, Ihwan jati, di Kantor Ombudsman DIY, di Jalan Tentara Pelajar Kota Yogyakarta, Senin 19 Maret 2018.
 
Ihwan menuturkan, pelaporan bakal dilakukan usai gelar perkara yang dilakukan Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) Daerah DIY pada Kamis 22 Maret 2018. Dalam pertemuan itu, LOS akan mempertemukan calon jemaah dengan manajemen Abu Tours juga perwakilan Kementerian Agama. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ihwan yang mewakili ratusan peserta umrah Abu Tours mengatakan, hingga kini belum ada kejelasan dan komunikasi langsung dari manajemen Abu Tours terkait kepastian keberangkatan. Komunikasi di antara keduanya terputus sejak kantor Abu Tours cabang Yogyakarta ditutup per 5 Februari 2018.
 
Klien Abu Tours lainnya, Agus Rahardja, berencana melaporkan kasus ini ke polisi. Ia yakin tindakan yang dilakukan Abu Tours sudah menjurus ke arah penipuan. Disamping itu ia tidak yakin pihak Abu Tours sanggup memberangkatkan atau mengembalikan uang jemaah.
 
"Maklumat (pengumuman yang dikeluarkan management Abu Tours) bukan solusi. Tapi hanya untuk mengulur-ulur waktu. Saya akan coba tempuh penyelesaian ini ke hukum  secara pidana. Karena alat bukti yang saya punya sudah cukup,"katanya.
 
Dalam pertemuan esok, jemaah sepakat menyampaikan dua usulan kepada manajemen Abu Tours. Pertama mereka minta uang dikembalikan seutuhnya. Kedua jemaah bersedia membayar uang tambahan hanya sebesar Rp5 juta hingga Rp7 juta dengan catatan ada kepastian keberangkatan.
 
Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Swasta Ombudsman DIY, Fuad, menyarankan calon peserta umrah untuk bekerja sama dengan korban dari daerah lainnya untuk melaporkan kasus ke Mabes Polri. 
 
"Laporan yang terpisah-pisah di tiap daerah rawan untuk dipermainkan," ujar Fuad.
 
Pihaknya pun berusaha mendesak Kementerian Agama untuk membuat sebuah sistem pengawasan biro Umrah dan Haji agar kejadian ini tidak terulang kembali.

 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif