"Kondisi tersebut menempatkan para penyandang disabilitas kalah bersaing dengan yang lainnya dalam hal pekerjaan," kata Heru Sasongko di Solo, Jawa Tengah, Selasa, 21 Agustus 2018.
Heru menjelaskan, untuk membantu penyandang difabel, pihaknya meluncurkan aplikasi dan website program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang difabel. Aplikasi tersebut bernama Difa Shop dan dapat diunduh melalui Playstore.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Aplikasi memungkinkan masyarakat menemukan produk-produk dan jasa dari para penyandang difabel. Seperti misalnya produk kerajinan tangan, fashion, jasa reparasi elektronik, dan toko kelontong yang dikelola penyandang disabilitas.
"Dilengkapi dengan lokasi-lokasinya. Sehingga masyarakat luas mudah menemukan atau bermitra," jelas Heru.
Heru mengklaim, aplikasi jaringan bisnis daring bagi penyandang difabel tersebut merupakan yang pertama di Indonesia. Pada tahap awal, aplikasi ini telah menjaring sekitar 50 bisnis penyandang difabel dari Kota Solo dan kabupaten sekitarnya.
"Harapannya bukan hanya mewadahi Solo saja. Namun bisa seluruh Indonesia," ungkap Heru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(DEN)
