Pelabuhan Niaga di Jepara Kurang Dioptimalkan

Rhobi Shani 06 Juli 2018 18:13 WIB
pelabuhan
Pelabuhan Niaga di Jepara Kurang Dioptimalkan
Kapal barang bersandar di Pelabuhan Kartini Jepara, Jawa Tengah, Medcom.id - Rhobi Shani
Jepara: Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memiliki dua pelabuhan. Yaitu Pelabuhan Kartini untuk penumpang dan Pelabuhan Ujungbatu untuk berniaga. Namun pelabuhan khusus niaga kurang dioptimalkan.

Pantauan Medcom.id, Jumat, 6 Juli 2018, keramaian tampak di Pelabuhan Kartini. Beberapa kapal niaga bersandar. Ada yang mengangkut bahan pokok, material bangunan, dan juga mebel. Tampak pula kapal ikan berjejer di pinggir dermaga.

Kapal-kapal itu berlayar mengangkut muatan ke Karimunjawa yang berjarak kurang lebih 88 Kilometer dari Pelabuhan Kartini. Beberapa kapal juga mengangkut muatan menuju tujuan lebih jauh, misalnya Belitung, Provinsi Bangka Belitung.


Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara Suroto mengatakan semestinya kapal-kapal bermuatan barang itu tak bersandar di Pelabuhan Kartini. Pemerintah kabupaten telah menyediakan pelabuhan untuk kapal niaga di Ujungbatu.

"Tapi karena jembatan dermaga di Ujungbatu terlalu tinggi, kapal-kapal niaga lebih memilih bersandar di sini (Pelabuhan Kartini, red),” ujar Suroto ditemui di pelabuhan Kartini, Jumat, 6 Juli 2018.

Suroto menyebutkan, alasan lain nelayan kapal barang bersandar di pelabuhan Kartini lantaran lebih aman dari hempasan gelombang. Pasalnya, pelabuhan niaga Ujungbatu tidak memiliki pemecah gelombang.

"Kalau kapal ikan memang saya larang membongkar ikan di sini. Kalau sekadar bersandar berlindung dari ombak, silakan,” kata Suroto.

Senada disampaikan Kepala UPP Syahbandar Jepara Tri Jotho. Pihaknya menyebutkan, lantaran jembatan dermaga pelabuhan niaga posisinya lebih tinggi sehingga menyulitkan aktivitas bongkar muat barang dari kapal.

“Kapal barang yang ke Karimunjawa kalau sandar di bawah jembatan dermaga, sehingga sulit untuk bongkar muat. Selain itu kalau disini (pelabuhan niaga) ombaknya lebih besar kalau dibanding pelabuhan Kartini apalagi kalau musim angin barat,” beber Tri.

Tri menyebutkan, pelabuhan niaga hanya dimanfaatkan nelayan ikan untuk membongkar hasil tangkapan. Sebab, posisi pelabuhan niaga berdekatan dengan tempat pelelangan ikan. Usai membongkar ikan, para nelayan biasanya mencari tempat bersandar yang lebih aman.



(RRN)