Lahan pertanian yang berada di dekat Pantai Baros ini pada Kamis, 2 Agustus 2018, masih terendam hingga sekitar 50 centimeter. Hal ini membuat para pemilik lahan pertanian terancam gagal panen.
"Jadi kalau tanaman terus terendam air (asin) ini bisa mati," kata salah seorang pemilik lahan, Lawan, saat ditemui di lokasi.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Lawan memiliki lahan pertanian sekitar 1400 meter persegi. Semua lahan tersebut terendam air. Sekitar 60 persen lahan Lawan ditanami bawang merah, sementara sisanya ditanami cabai.
Lawan mengatakan, sudah sempat memanen cabai. Namun, untuk tanaman bawang merah belum bisa dipanen. Masa panen bawang merah ia perkirakan dalam sebulan ke depan.
Dia mengaku sudah berupaya mengurangi genangan air di lahan pertaniannya. Sebab, di antara tanaman bawang dan cabai terdapat tanggul. "Tapi nyedot air sejak pagi tadi gak berkurang-kurang, cuma bisa doa airnya gak makin tinggi," keluh Lawan.
Tak hanya lawan, Dwi Cahyono, petani lain juga memiliki lahan pertanian yang terendam. Bahkan, luas lahan Dwi yang terendam sekitar 2800 meter persegi.
Parahnya, tanaman di lahan Dwi sudah tak terlihat. "Ini mau panen dua Minggu lagu harusnya," ungkap Dwi.
Dwi telah mengeluarkan modal cukup besar, yakni sebesar Rp15 juta. Uang itu untuk kebutuhan benih, pupuk, hingga sejumlah tenaga. Jika berhasil panen, Dwi memperkirakan bisa menghasilkan tiga ton bawang merah dengan estimasi pendapatan sekitar Rp40 juta.
"Tapi mau bagaimana kalau kondisinya begini. Rencana buat perbaiki rumah bisa batal. Semoga pemerintah bisa ikut bantu," pasrah Dwi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(DEN)
