60 Kapal Nelayan di Pemalang Hanyut
Kondisi perairan laut di pantai Pemalang, Jawa Tengah. (Medcom.id /Kuntoro Tayubi)
Pemalang: Sebanyak 60 kapal nelayan di pelabuhan Asem Doyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, hanyut akibat disapu arus deras banjir kiriman dari Sungai Waluh. Bahkan, sejumlah kapal dilaporkan hilang dan karam.

Kepala BPBD Kabupaten Pemalang, Wismo mengatakan awal mula peristiwa tersebut karena hujan lebat yang terjadi di wilayah Pemalang Selatan pada Rabu 25 April 2018 malam, sehingga menyebabkan Sungai Waluh meluap dan banjir bandang. 

Dari 60 kapal yang hanyut tersebut, 48 kapal sudah ditarik, 6 kapal hilang, dan 6 kapal lainnya karam.


“Karena derasnya air, kapal yang ditambatkan di pelabuhan, tali tambatnya putus, sehingga terbawa arus dan hanyut. Sebagian besar rusak parah, dan yang karam dilaut belum ditarik semua,” kata Wismo saat dihubungi, Kamis, 27 April 2018.

Sementara menurut keterangan seorang saksi, Suroro, 65, air bah datang dengan tiba-tiba dari arah selatan dan menghantam KM Pancar Laut. Kapal jenis gantrang milik Sudono, 50 yang ditambatkan di jamban kelompok nelayan Mina Karya Bersati tersebut langsung putus tali tambatannya.

"Karena tali tambatnya putus, KM Pancar Laut itu menghantam kapal-kapal di dekatnya,” ujar Suroro.

Kasat Pol Air Polres Pemalang, Polda Jawa Tengah, AKP Sunardi, mengaku setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian bersama tim terpadu dan anggota Polsek Taman.

"Untuk kapal yang hilang sampai saat ini belum ditemukan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tapi kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar lebih. Pencarian sampai saat ini masih terus dilakukan oleh tim terpadu kemaritiman,” pungkasnya.



(ALB)