enumpang berada di dalam Kereta Api (KA) Bandara di Stasiun Tugu, Yogyakarta. (ANT/Andreas Fitri Atmoko)
enumpang berada di dalam Kereta Api (KA) Bandara di Stasiun Tugu, Yogyakarta. (ANT/Andreas Fitri Atmoko) (Ahmad Mustaqim)

Gubernur DIY Setujui IPL Kereta Bandara YIA

kereta bandara
Ahmad Mustaqim • 14 Juni 2019 14:07
Yogyakarta: Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyetujui lokasi pembangunan kereta api bandara internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA). Sri Sultan telah menandatangani berkas izin penetapan lokasi (IPL) proyek infrasruktur itu. 
 
"Iya. (Berkas IPL kereta api bandara YIA) ada di meja saya. Sudah ditandatangani (Gubernur DIY),” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah DIY, Gatot Saptadi di Yogyakarta, Jumat, 14 Juni 2019. 
 
Gatot menuturkan, tak ada catatan penting mengenai substabsi berkas itu. Ia menyebut, Sri Sultan hanya memberikan catatan soal penggunaan istilah New Yogyakarta International Airport (NYIA) agar diubah menjadi YIA. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Artinya itu kan proses ya. Dulu kan usulannya masih NYIA. Perkara nanti ada regulasi atau SK Menhub (Menteri Perhubungan) yang menyatakan YIA itu nggak masalah," ujarnya. 
 
Turunnya IPL menjadi penunjuk kejelasan lokasi yang akan menjadi jalur kereta api bandara YIA. Sejauh ini, gambaran kereta api bandara YIA dimulai dari Stasiun Kedundang dengan jarak sekitar lima kilometer. 
 
Gatot mengungkapkan, sudah ada tim yang bertugas menyosialisasikan IPL. Lahan itu nantinya akan dibebaskan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kementerian Perhubungan.
 
"Bidang-bidang tanah yang akan dimanfaatkan kan sudah jelas. Ya itu yang menjadi bahan eksekusi untuk dibebaskan," ungkapnya. 
 
Ia mengatakan, proses sosialisasi dan pembebasan lahan sepenuhnya dilakukan dua lembaga negara. Ia tak menampik masih ada sejumlah pemilik lahan yang belum setuju. 
 
"Dengan munculnya IPL kan berarti bagian dari proses yang kemarin dilakukan sudah. Kemarin kan Senin terakhir ada satu yang belum (disetujui pemilik lahan)," tuturnya. 
 
Dia berharap turunnya IPL segera ditindaklanjuti proses pembangunan. Gatot mengatakan, pembangunan perlu dilakukan untuk mengejar pengerjaan proyek bandara YIA yang terus berlagsung. 
 
Sebelumnya, Kepala Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budianto, mengatakan rencana pembangunan infrastruktur kereta bandara YIA dijadwalkan mulai tahun ini. Pembangunan akan dilakukan Direktorat Jenderal Kerkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. 
 
"Stasiunnya (Kedundang) akan dibuat baru oleh DJKA. Informasinya tahun ini akan dimulai konstruksi," kata Eko. 
 
Adapun kereta api bandara YIA dirancang dedicated untuk melayani penumpang dan akan beroperasi reguler. Titik pemberangkatan dari Stasiun Maguwo hingga Stasiun Wojo. 
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif