Kerukunan Senjata untuk Mempertahankan NKRI
Ketua Paguyuban Warga Lasem (Palawa) Hartono Santoso
Rembang: Kerukunan antarumat beragam sudah lama terjadi di Lasem Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Hingga saat ini, kerukunan antarumat masih tetap terjaga.

Ketua Paguyuban Warga Lasem (Palawa) Hartono Santoso menyampaikan, kerukunan yang sudah lama dibangun harus bisa dipertahankan. Selain untuk menciptakan suana kondusif di masyarakat, juga dapat dijadikan senjata untuk menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

“Kalau ada gesekan di dalam (masyarakat) bagaimana bisa kita menghadapi serangan dari luar,” ujar Hartono di sela-sela kegiatan halaqah kebangsaan memperingati satu abad pondok pesantren Alhidayat Lasem Kabupaten Rembang, Rabu, 14 November 2018.


Baca: Pesantren Tradisional Penjaga Toleransi

Hartono menyampaikan, bersama puluhan warga etnis Tionghoa, dirinya diterima dengan baik di lingkungan pondok pesantren Alhidayat. Beberapa kegiatan yang diselenggarakan pondok pesantren asuhan Zaim Ahmad Ma'shoem, dirinya beserta warga Tionghoa lainnya selalu dilibatkan.

“Tahun 2012 saya baru datang ke sini (Lasem) setelah 50 tahun ke luar, langsung disambut baik Gus Zaim (sapaan Zaim Ahmad Ma'shoem). Ketika ada kegiatan bakti sosial kami juga dilibatkan,” kata Hartono.

 Pada peringatan  Satu Abad Pondok Pesantren Alhidayat, halaqah kebangsaan dihadiri Said Aqil Siroj, Moh El-Hosainy Farg Al-Anusy. Hadir juga pernah diri EIN Institut Pendeta Tjahjadi Nugroho dan pemuka agama Hindu.

Pada kesempatan halaqah, Tjahjadi Nugroho menyampaikan, ada tiga kunci dalam menjaga toleransi, yaitu toleransi bisa terjadi jika ada kesepakatan. Kemudian, penting untuk menjaga kepercayaan satu dengan lainnya.

“Yang ketiga, kepercayaan harus didasari dengan kejujuran,” ungkap Tjahjadi.

 Tjahjadi menambahkan, dalam menjaga toleransi sangat mungkin terjadi gesekan dan pertengkaran. Untuk mengatasi itu, ada dua langkah yang bisa ditempuh. Yaitu, tabayyun atau klarifikasi dan bijaksana dalam mengambil keputusan.

“Pesan saya, yang muslim jadilah Islam Indonesia, yang Kristen jadilah Kristen Indonesia,” pungkas Tjahjadi.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id