Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal. (Budi Arista Romadhoni)

Warga Jateng Diimbau Waspada Puncak Musim Hujan

musim hujan
Budi Arista Romadhoni • 22 Januari 2019 13:44
Semarang: Provinsi Jawa Tengah Memasuki siklus puncak musim hujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, mengingatkan seluruh warga waspada terhadap potensi bencana alam. 
 
Kepala BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana mengatakan, selain banjir dan tanah longsor, warga diharapkan waspada munculnya angin puting beliung.
 
"Di Jawa Tengah, semua wilayahnya sangat rawan terkena angin kencang. Karena kalau sudah mendung sangat gelap, hujannya lebat, pasti anginnya menjadi sangat kencang. Fenomena itu bisa berubah jadi puting beliung. Bisa juga jadi angin ribut," kata Sarwa di Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 22 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sarwa menjelaskan, sesuai analisa BMKG, puncak musim hujan bakal terjadi mulai Januari sampai Februari nanti, namun dengan fenomena yang terjadi musim hujan diprediksi bisa lebih panjang. 
 
"Dengan melihat perubahan cuaca yang pesat, kemungkinan dampaknya masih akan dirasakan warga sampai Maret nanti," beber Sarwa.
 
Sementara itu, Kasi Data dan Informasi, Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang, Iis Harmoko mengungkapkan, cuaca saat ini merupakan puncak musim hujan di Jawa Tengah. 
 
"Selain sedang dalam puncak musim hujan, saat ini terdapat pertemuan angin di Jawa Tengah bagian selatan dan belokan angin di wilayah pantura. Kondisi ini mengakibatkan potensi hujan di seluruh wilayah jateng," kata Iis. 
 
Iis menyebut, hujan ringan hingga sedang berpotensi di seluruh daerah Jawa Tengah. Kemudian, Potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang terjadi di wilayah pegunungan tengah. Antara lain, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Magelang, Salatiga, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, dan Surakarta. 
 
Kemudian kecepatan angin sendiri mencapai 10-25 km/jam, suhu udara berkisar 22-31 derajat celcius, kelambapan udara dari 65 hingga 95 persen. 
 
"Kami akan monitor terus. Kondisi ini biasanya akan berlangsung 3-5 hari ke depan," pungkas Iis.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif