Akses jalan masuk ke TPST Piyungan yang ditutup warga dengan sebatang pohon, Senin, 31 Desember 2018. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim.
Akses jalan masuk ke TPST Piyungan yang ditutup warga dengan sebatang pohon, Senin, 31 Desember 2018. Medcom.id/ Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Pengelola TPST Piyungan Pasrah soal Penutupan Jalan

blokir jalan
Ahmad Mustaqim • 31 Desember 2018 15:05
Bantul: Sampah dari kawasan Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan sebagian wilayah Kabupaten Bantul terancam tak terbuang di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan di Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Akses jalan masuk ke TPST tersebut ditutup warga karena kecewa dengan kebijakan pemerintah.
 
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah TPST Piyungan, Sarjani tak bisa berbuat banyak melihat aksi warga menutup akses jalan. Ia hanya melihat dan mencoba mengajak warga yang sedang dalam kondisi kecewa untuk berbincang.
 
"Urusan diblokade bukan urusan jalan rusak. Ini kan jalan warga. Saya gak bisa komentar," kata Sarjani di area TPST Piyungan, Senin, 31 Desember 2018. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebut tiga inti tuntutan warga, yakni meminta akses jalan diperbaiki, tidak ada pembuangan sampah di tepi jalan, dan adanya penerangan jalan. Ia mengatakan bakal menyampaikan kepada atasannya.
 
"Saya tak bisa menjawab 100 persen. Bukan ranah saya. Saya akan bilang ke atas bahwa di sini (TPST) perlu perbaikan jalan," jelas Sarjani. 
 
Sejak menjabat sebagai kepala seksi di TPST Piyungan, ia mengatakan lokasi tersebut sudah kelebihan kapasitas pembuangan sampah. Setiap hari, ujarnya, sekitar 600 ton sampah masuk ke TPST Piyungan. 
 
Sarjani juga mengaku tak bisa memaksakan jika warga tak membuka akses jalan untuk truk sampah bisa masuk. Namun, ia akan berusaha untuk melobi dan membantu agar jalan bisa diperbaiki.
 
"Mudah-mudahan besok pagi truk sampah bisa masuk. Masalah ini sudah saya bawa ke gubernur (DIY), kepala dinas saya. Saya tak punya kuasa. Saya tak menutupi masalah, di lapangan apa adanya," pungkas Sarjani.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi