Ganjar Dorong KPK Gali Kebenaran di Jepara
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Semarang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyoroti peristiwa penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Rumah Dinas Bupati Jepara Ahmad Marzuki. Ganjar mendorong KPK mencari kebenaran di kasus seputar proses hukum dana bantuan politik (Banpol) di Jepara pada 2011-2013

"Kalau sudah penegakan hukum, kita serahkan saja pada penegak hukum apa yang terjadi. Biarkan berproses saja kalau memang ada bukti-bukti baru," kata Ganjar, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 5 Desember 2018.

Ganjar mengaku pernah meminta klarifikasi ke Marzuki ihwal dana Banpol 2011-2013. Dia ingin memastikan apakah kejadian tersebut penyelewengan atau maladministrasi semata.


"Barangkali ada pencatatan yang keliru. Saya rasa Pak Bupati yang tahu soal itu," ujar Ganjar menegaskan.

KPK menggeledah Rumah Dinas Bupati Jepara, Selasa, 4 Desember 2018. KPK menyita sejumlah dokumen yang dimasukkan ke dalam koper dan kardus.

Menurut informasi, penggeledahan Rumah Dinas Bupati Jepara terkait kasus dugaan korupsi dana bantuan politik PPP sebesar Rp79 juta. Pada kontestasi Pilkada Jepara 2017, Marzuqi terpilih menjadi bupati. Saat itu, proses hukum Marzuqi di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah sebagai tersangka masih berjalan. 

Jelang pelantikan sebagai bupati terpilih, terbit Surat Pemberitahuan Pemberhentian Penyidikan (SP3) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Pada sidang praperadilan atas SP3, Marzuqi kalah dan kembali menyandang status tersangka.

Marzuqi lantas mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Semarang. Hakim PN Semarang, Lasito mengabulkan permohonan Marzuqi.

Baca: Penggeledahan Ruang Bupati Jepara Terkait Suap
 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id