Lawang Sewu di kawasan Tugu Muda, Semarang, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Lawang Sewu di kawasan Tugu Muda, Semarang, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra (Mustholih)

Pengujung Museum Lawang Sewu Tembus 1 Juta Orang

natal dan tahun baru
Mustholih • 22 Desember 2018 13:17
Semarang: Museum Kereta Api Lawang Sewu memecahkan rekor pengunjung satu juta orang jelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Jumlah wisatawan itu melonjak dua kali lipat dibanding lima tahun lalu yang mencatat angka 483.068 orang.

Menurut Humas PT KAI Daerah Operasi IV Semarang, Suprapto, raihan prestasi ini karena KAI berhasil melakukan program renovasi, revitalisasi, dan promosi di Museum Lawang Sewu. 

"Museum Lawang Sewu menjelma menjadi tempat destinasi menarik, dan bisa lepas dari image kumuhnya. Penampilan tata cahaya pada malam hari, semakin membuat wajah Museum Lawang Sewu semakin cantik dan anggun," kata Suprapto, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 22 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Suprapto berujar per 21 Desember 2018, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lawang Sewu mencapai 1.000.522 orang. Sejak lima tahun lalu, jumlah kunjungan ke Lawang Sewu naik signifikan dengan perincian 2014 sejumlah 483.068 orang, 2015 sejumlah 688.995 orang, 2016 sejumlah 861.918 orang, dan 2017 sejumlah 933.945 orang. 

"Banyak muda-mudi menjadi Museum Lawang Sewu sebagai spot photo favorit dan langsung diupload di media sosial," ujar Suprapto menegaskan.

Lawang Sewu dibangun pada 27 Februari 1904 dengan nama Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat NIS). Gedung ini dirancang oleh Jacob F. Klinkhamer dan B.J. Quendag, dua arsitek yang berdomisili di Amsterdam, Belanda. 

"Melihat dari cetak biru Lawang Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam pada tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangani di Amsterdam tahun 1903," terang Suprapto.

Suprapto menambahkan bangunan Lawang Sewu mulai dibangun pada 1904, dan selesai pada 1907. Setelah kemerdekaan, Lawang Sewu dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. 

"Lawang Sewu juga pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer IV/Diponegoro dan Kantor Wilayah Kementerian Perhubungan Jawa Tengah," tegas Suprapto.

Suprapto menyatakan Pemerintah Kota Semarang pada 1992 sudah memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. "Diharapkan dengan kerja sama dari seluruh stake holders di wilayah Kota Semarang, jumlah pengunjung tempat wisata Lawang sewu ini akan terus dapat meningkat," beber Suprapto.



(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi