Bansos Bakal Dikawal Teknologi Pemindai Wajah
Menteri Sosial Agus Gumiwang saat evaluasi penyaluran bansos di Yogyakarta, Rabu, 7 November 2018. Medcom.id/Patricia Vicka
Yogyakarta: Kementerian Sosial akan memperkenalkan teknologi baru dalam pengambilan program bantuan sosial (bansos). Nantinya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menggunakan teknologi biometrik pemindai wajah saat mengambil bansos.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan inovasi teknologi sangat penting dilakukan dalam penyaluran bantuan. Selama ini pengambilan program bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan Beras Sejahtera (Rastra) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dilakukan dengan kartu yang dilengkapi dengan kata sandi pribadi (PIN).

Sayangnya, anggota PKH sering lupa kata sandi yang sudah terikat. "Penerima PKH enggak terbiasa pakai pin. Sehingga beberapa  belum mampu mengingat. Maka kita perkenalkan teknologi biometrik," ujar Agus dalam Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Sosial Pangan Direktorat Penanganan Fakir Miskin Perkotaan Wilayah II Tahun 2018 di Sleman, Yogyakarta, Rabu, 7 November 2018.


Penerapan teknologi baru ini pun sangat mudah dan sama dengan penggunaan PIN. Hanya saja kelompok penerima manfaat tak perlu menghafal kata sandi. Inovasi terbaru ini juga dapat menekan penyelewengan dan kesalahan penyaluran bansos.

Bantuan tak dapat diwakilkan dan hanya bisa diambil oleh anggota KPM. "Kita harap dengan teknologi pemindai wajah, tak ada kendala lagi untuk para penerima KPM saat berbelanja," pungkasnya.

Agus belum bisa menargetkan  periode penerapan teknologi ini.  Sebab, proses penerapan teknologi biometrik masih dikaji. Data dari Kemensos menyebutkan tahun 2018 tercatat ada sekitar 10 juta penerima PKH,dan 15,6 juta penerima Rastra dan BPNT di seluruh Indonesia.


 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id