Saluran Irigasi Bendung Notog Dibuka
Bupati Brebes Idza Priyanti membuka pintu air di Bendungan Notog, Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
Brebes: Petani di Brebes, Jawa Tengah, hari ini mulai lega. Hal itu lantaran sungai yang akan digunakan untuk memulai musin tanam sudah mengalir. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana hari ini, Sabtu, 1 November 2018, membuka pintu air di saluran induk di Bendung Notog.

Petani di 105 desa dari enam kecamatan wilayah Kabupaten Brebes, sekarang bisa mendapatkan air dari aliran sungai irigasi Pemali untuk bercocok tanam. Enam kecamatan tersebut meliputi, Larangan, Songgom, Wanasari, Jatibarang, Brebes, dan Bulakamba.

Sebelumnya areal pertanian di enam kecamatan itu kesulitan air sejak ditutupnya pintu air tersebut tiga bulan yang lalu. Dampak diperparah akibat musim kemarau saat itu. Saat ini intensitas hujan mulai tinggi, dan sungai mulai mengalir untuk mengairi sedikitnya 26 ribu hektare (ha) lahan pertanian wilayah Pemali Hilir dan Daerah Irigasi (DI) Pemali Hulu.


Perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Agnes Yustika Rini mengungkapkan, pengeringan dilakukan untuk revitalisasi saluran irigasi Sungai Pemali dan perbaikan saluran induk di Bendung Notog. 
Pengeringan dilakukan sejak Agustus hingga Desember 2018, Selama pengeringan berlangsung, alat alat berat melakukan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan.

“Pekerjaan lainnya juga dilakukan pembuatan beton pada tepi sungai irigasi tersebut. Proyek nasional normalisasi di saluran irigasi Pemali hilir yang mengakses sembilan kecamatan di Brebes, Jawa Tengah, menelan beaya mencapai Rp200 miliar lebih. Anggaran bersumber dari APBN,” katanya, Sabtu, 1 Desember 2018, di Brebes.

Sementara itu perbaikan saluran utama di Bendung Notog, menelan beaya kurang lebih Rp100 miliar dari sumber yang sama. Adanya pemeliharaan atau perbaikan saluran itu, diharapkan suplay air kepada petani akan semaki lancar. Sehingga dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP).

 Adanya perbaikan saluran ini diharapkan suplay air kepada petani akan semakin lancar. Sehingga dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP).  Saat ini IP-nya hanya 130, setelah ada perbaikan ditargetkan naik menjadi 170.

Petani bawang merah Desa Larangan, Darto Andrianto, mengaku senang jika air di sungai irigasi pemali mengalir. Kekeringan menyebabkan para petani di desanya menganggur karena lahan sawahnya tidak bisa digarap.

“Hujan masih belum begitu tinggi intensitasnya, jadi kalau air sungai mengalir kami petani bisa mengambil dari sungai untuk mulai tanam bawang merah,” katanya.  

Saat ini musim tanam bawang merah sedang berlangsung di wilayah Kecamatan Larangan. Para petani bawang merah sudah mulai rame melakukan pengolahan lahan dan penanaman bibit bawang merah.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id