Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di kantor Gubernur Jawa tengah, Semarang, Kamis, 2 Mei 2019. Medcom.id/ Budi Arista Romadhoni.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di kantor Gubernur Jawa tengah, Semarang, Kamis, 2 Mei 2019. Medcom.id/ Budi Arista Romadhoni. (Budi Arista Romadhoni)

KPK Sambut Baik Pergub Pendidikan Antikorupsi di Jawa Tengah

anti korupsi
Budi Arista Romadhoni • 02 Mei 2019 15:39
Semarang: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta seluruh daerah untuk menerapkan pendidikan antikorupsi kepada para pelajar. Dengan pendidikan sejak dini, diharapkan generasi bangsa Indonesia bisa jujur dan berintegritas.
 
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang mangatakan, Pemprov Jateng adalah daerah yang pertama akan menerapkan pendidikan antikorupsi di sekolah-sekolah. Menurutnya, apa yang dilakukan Jawa Tengah akan menjadi contoh daerah lain.
 
"Langkah ini akan diikuti oleh daerah-daerah lain di Indonesia. Terimakasih Jawa Tengah telah membantu kami dalam upaya mitigasi korupsi dengan menerapkan pendidikan karakter dan antikorupsi ini," kata Saut di kantor Gubernur Jawa tengah, Semarang, Kamis, 2 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saut menjelaskan, pendidikan karakter dan pendidikan antikorupsi yang diterapkan di sekolah-sekolah bertujuan untuk menumbuhkan integritas pada diri anak bangsa.
 
"Nah Pergub ini dikeluarkan oleh pak Gubernur untuk menjaga integritas masyarakat. Tidak hanya Aparatur Sipil Negara (ASN) saja, namun pelajar, pihak swasta dan masyarakat pada umumnya. Dengan Pergub ini, mari kita jaga integritas bangsa," jelas Saut.
 
Saut berharap, adanya Pergub tentang pendidikan antikorupsi di Provinsi Jateng dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
 
Selain itu, dengan penerapan pendidikan antikorupsi di sekolah-sekolah, maka proses pembelajarannya harus dilakukan secara menyenangkan dan mudah diterima peserta didik.
 
"Bicara antikorupsi itu tidak seram-seram, harus yang menyenangkan. Bisa melalui permainan tradisional, bisa lewat lagu dan lainnya. Membangun integritas dan budaya antikorupsi itu harus menyenangkan, sehingga nantinya jadi kebiasaan," beber Saut.
 
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku, peluncuran Pergub pendidikan antikorupsi sengaja dilakukan bertepatan dengan Hari Pendidkan Nasional.
 
"Ini akan menjadi momentum untuk menanamkan pendidikan karakter dan antikorupsi kepada generasi penerus bangsa sejak dini," kata Ganjar.
 
Ganjar mengungkapkan sudah terdapat 23 SMA/SMK di Jateng yang menjadi program pendidikan anti korupsi.  Dengan diterbitkannya Pergub tersebut, maka semua sekolah nantinya wajib menerapkan pendidikan karakter dan antikorupsi.
 
"Targetnya tahun ini semua sekolah yang ada di bawah naungan Pemprov Jateng menerapkan program ini," pungkas Ganjar.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif