Pemerkosaan Mahasiswi UGM

Dosen Pembimbing KKN Mengaku Tak Menunda Penindakan

Patricia Vicka 24 November 2018 14:29 WIB
pemerkosaan
Dosen Pembimbing KKN Mengaku Tak Menunda Penindakan
Ilustrasi pemerkosaan, Medcom.id
Yogyakarta: Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gajah Mada (UGM), Adam Pamudji Rahardjo, mengaku bertindak cepat menangani kasus pemerkosaan yang dilakukan mahasiswa berinisial H. Sehari usai mendapat laporan, ia lalu meminta H kembali ke Yogyakarta untuk penanganan lebih lanjut.

Adam mengaku mendapat laporan itu ketika ia bertanggung jawab mengawasi 30 mahasiswa yang mengikuti KKN di Maluku. Mahasiswi berinisial N menghubunginya sekitar 5 Juli 2017 dan melaporkan kejadian tersebut. Adam kemudian segera menghubungi Departemen Pengabdian Kepada Masyarakat (DKPM) UGM untuk meminta masukan tindakan yang harus diambil.

Baca: Korban dan Pelaku Tidak Saling Suka


"Sehari setelah itu, kami langsung memutuskan tindakan yang harus dilakukan. Kami juga meminta H untuk kembali ke Yogyakarta, untuk ditindak lebih lanjut oleh pihak kampus," ujar Adam usai dimintai keterangan oleh Koordinator Bidang Penyelesaian Laporan Ombudsman RI DIY, Nugroho Andriyanto, Jumat, 23 November 2018.


(DPL UGM Adam Pamudji Rahardjo, Medcom.id - Vicka)

Adam menegaskan ia tak pernah menunda penyelesaian perkara. Sebab, setelah mendapat laporan, ia langsung berkoordinasi dengan Departemen Pengabdian Kepada Masyarakat (DKPM) UGM. Setibanya di Yogyakarta, H segera disidang dan dimintai keterangan kronologi kejadian oleh DKPM.

Usai kasus ini bergulir, Adam menyampaikan usulan pada Rektorat UGM untuk memperketat pengiriman mahasiswa KKN ke luar Pulau Jawa. Itu bertujuan mencegah kejadian serupa terulang.

"Dilihat dulu perilaku mahasiswa dan mahasiswinya bagaimana. Apakah mereka bisa beradaptasi dengan norma yang berlaku dimasyarakat," saran Adam di Kantor Ombudsman RI DIY di Yogyakarta.

Baca: Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM Segera Digelar

Sementara itu Koordinator Bidang Penyelesaian Laporan ORI DIY Nugroho Andriyanto mengatakan telah memeriksa sejumlah dosen dan pejabat di UGM terkait kejadian tersebut. Ia dan timnya fokus mengulas kronologi dan penanganan terhadap pelaku maupun korban.

Hingga Jumat 23 November 2018, ORI DIY telah meminta keterangan 7 pihak UGM diantaranya Dekan Fisipol, Dekan Teknik, Balairung pers, Dosen Pembimbing Lapangan, perwakilan Departemen Pengabdian Kepada Masyarakat, dan perwakilan tim investigasi. Jika diperlukan ORI DIY turut akan meminta penjelasan rektor UGM, Panut Mulyono dan perwakilan dari Depatermen Teknik.

 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id