Sleman Siapkan 39 Pengungsian Antisipasi Letusan Merapi
Gunung Merapi dilihat dari Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta. Medcom.id/Patricia Vicka
Sleman: Guguran larva pijar terpantau keluar dari Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyiapkan mitigasi dan antisipasi bencana letusan Gunung Merapi.

Kepala BPBD Sleman Joko Supriyanto menjelaskan pihaknya sudah melakukan berbagai antisipasi bila Merapi meletus. Di antaranya menyiapkan 39 lokasi pengungsian.

"Kita sudah siap. Kami sudah siapkan barak pengungsian. Ada di sekitar Merapi seperti di Kecamatan Cangkringan, Pakem,Turi Kalasan Ngemplak," terang dia di Yogyakarta, Senin, 26 November 2018.


Sebanyak 12 dari 39 titik pengungsian dikelola BPBD Sleman. Sisanya dikelola desa dan pihak lain. Tiap barak pengungsian dapat menampung sekitar 300 orang.

BPBD Sleman juga sudah memperbaiki jalur evakuasi yang sebelumnya rusak akibat letusan Merapi di 2010. Batu-batuan yang menutupi jalanan evakuasi telah disingkirkan.

Pihaknya telah mengedukasi dan melatih masyarakat mitigasi bencana dalam menghadapi dan menangani erupsi. Pelatihan diberikan melalui Desa Tangguh Bencana (Destana), Sekolah Siaga Bencana (SSB) dan pembentukan forum relawan tanggap bencana.

"Kami berikan mereka materi bagaimana harus bertindak dan kemana harus mengungsi saat bencana terjadi. Sudah ada 52 komunitas relawan yang siap membantu penanganan erupsi," kata mantan Kepala Satpol PP Sleman ini.

Pihaknya juga telah membentuk kelembagaan penanganan bencana hingga tingkat desa. Kelembagaan dengan jelas membagi tugas dan peranan masyarakat desa saat letusan terjadi.

"Jadi kalau ada bencana nanti sudah ditentukan siapa koordinator lapangan Siapa yang mengurus logistik Siapa yang harus mengungsi and Siapa yang mengurus pengobatan dan kesehatan,"tutupnya

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian dan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta dalam siaran pers menginformasikan guguran lava terjadi pada pukul 19.05 WIB, Jumat, 23 November 2018. Jarak luncur material Larva diperkirakan mencapai 300 meter.

Kubah lava Merapi juga kian membesar. Namun pihak berwenang menyatakan guguran larva ini belum berbahaya. Status Gunung Merapi saat ini masih Waspada sejak pertengahan Agustus 2018.



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id