Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal. (Ahmad Mustaqim)

Penanganan Kekeringan Jangka Panjang di Gunungkidul Belum Maksimal

musim kemarau
Ahmad Mustaqim • 18 Juni 2019 19:39
Gunungkidul: Penanganan jangka panjang peristiwa kekeringan yang terjadi di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum berjalan maksimal. Sejumlah rapat yang pernah digelar belum bisa menunjukkan hasil maksimal.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edi Basuki mengatakan sudah berkoordinasi dengan BPBD DIY. Dari hasil koordinasi itu menunjukkan adanya anggaran untuk penanganan selama musim kemarau.
 
"Informasinya akan ada rapat koordinasi ke depan. Prinsip, kita jalankan kegiatan kita BPBD kabupaten segera merespon," kata Edi saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 18 Juni 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Edi mengatakan telaga yang sejauh ini jadi andalan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih perlahan mulai mengering. Bahkan ada yang sudah mati. Di sisi lain, Edi tak begitu paham posisi sumur air bawah tanah yang menjadi potensi di wilayah tersebut.
 
"Data sumur air bawah tanah ini ada di Dinas PU (Pekerjaan Umum). Pas rapat koordinasi dengan belum ada informasi lengkap," jelas Edi. 
 
Jika melihat kondisi itu, Edi menuturkan, sudah ada berbagai cara yang dilakukan untuk mengangkat air bawah tanah ke daratan. Misalnya, dengan pembuatan sumur tersebut.
 
Akan tetapi masih perlu langkah lanjutan untuk bisa mengoptimalkan. "Perlu tindak lanjut untuk mengetahui lagi berapa debit dan sebagainya. Ini kewenangan di PU. PDAM, jika sumber besar bisa bekerja sama mengambil sumber air itu," lanjut Edi.
 
Edi mengutarakan akan melakukan evaluasi lebih lanjut soal penanganan kekeringan di Gunungkidul pada akhir Juli ke depan. Termasuk evaluasi pengiriman bantuan air bersih ke berbagai titik. 
 
Selain itu, ia berharap PDAM setempat bisa lebih memberikan informasi dengan cakupan lebih banyak. "Semin sebenarnya ada sumur bor, tapi akhir september kemungkinan tetap mengalami kekeringan. Itu yang harus kita antisipasi," pungkas Edi.
 
Sejauh ini, 10 kecamatan di Gunungkidul sudah terdampak kekeringan. 10 kecamatan itu yakni Kecamatan Girisubo, Ngawen,  Patuk, Paliyan, Ponjong, Purwosari, Rongkop, Semanu, Semin, dan Tepus. BPBD setempat memperkirakan, 15 dari total 18 kecamatan di wilayah itu bakal terdampak kekeringan.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif