Sarasehan Gerakan Suluh Kebangsaan di Yogyakarta, Selasa Rabu 9 Januari 2019. Foto: Medcom.id/Patricia Vicka
Sarasehan Gerakan Suluh Kebangsaan di Yogyakarta, Selasa Rabu 9 Januari 2019. Foto: Medcom.id/Patricia Vicka (Patricia Vicka)

Sejumlah Tokoh Serukan Optimisme Membangun Bangsa

kebangsaan
Patricia Vicka • 10 Januari 2019 02:01
Yogyakarta: Sejumlah tokoh bangsa dari berbagai profesi dan lintas agama menyerukan optimisme membangun bangsa. Mereka membentuk gerakan bertajuk Gerakan Suluh Kebangsaan untuk menghembuskan semangat optimisme berbangsa dan persatuan NKRI ditahun politik.
 
Ketua Suluh Bangsa, Mahfud M.D mengatakan, seruan ini dikeluarkan untuk mengimbangi suara-suara pesimistis kemunduran bangsa yang muncul selama tahun politik. 
 
"Kita optimis bangsa ini tetap bagus dan maju. Maka kita bentuk Suluh kebangsaan agar optimisme jadi kenyataan dan pesimisme ini tidak jadi kenyataan," ujar Mahfud dalam acara Sarasehan Gerakan Suluh Bangsa di restoran Bale Raos Yogyakarta, Rabu, 9 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gerakan ini, lanjut Mahfud, berdiri atas keprihatinan para tokoh bangsa dengan semakin maraknya berita atau informasi hoax yang berpotensi memecah belah bangsa. Medsos kini dikuasai segelintir orang yang menyebarkan berita hoax untuk merusak kedamaian dan kebhinekaan Indonesia.
 
Para tokoh bangsa yang mendukung gerakan ini di antaranya Buya Syafi'i Ma'arif, Kyai Haji Mustofa Bisri (Gus Mus), Sinta Nuriyah, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Romo Magnis Suseno, Garin Nugroho dan Inayah Wahid.
 
Ke depan, Gerakan Suluh Bangsa mendorong elit politik untuk lebih mengedepankan dialog, menjunjung tinggi kebersamaan dan menghargai kebhinekaan NKRI selama kontestasi pemilu berlangsung. 
 
"Kontestasi politik harus diartikan sebagai kepentingan bersama untuk mencari yang terbaik dan tetap merawat persatuan NKRI," jelasnya.
 
Baca: Survei: 71,5% Ulama Menerima Pemikiran Negara dan Bangsa
 
Sejumlah kegiatan akan dilakukan oleh gerakan Suluh Kebangsaan untuk tetap menjaga keutuhan NKRI. Kegiatan tersebut diantaranya sarasehan kebangsaan bersama para tokoh, masyarakat dan media lokal di berbagai provinsi, dialog kebangsaan dengan civitas akademika di kampus dan jelajah kebangsaan dengan kereta api.
 
Dilokasi yang sama, Nantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafi'i Ma'arif mengatakan sudah saatnya masyarakat dan tokoh bangsa yang cinta persatuan Indonesia bersuara melawan suara-suara miring pemecah NKRI.
 
"Suluh Kebangsaan akan melakukan edukasi dan memberi teladan kepada masyarakat bagaimana berpolitik bertindak dan beragama yang bisa merawat kebhinekaan dna persatuan,"pungkasnya.
 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif