Warga membuat talut jalan darurat di Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (22/3/2019). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah.
Warga membuat talut jalan darurat di Desa Sriharjo, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (22/3/2019). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah. (Ahmad Mustaqim)

Bantul Butuh Rp50 Miliar untuk Memperbaiki Infrastruktur

bencana longsor bencana banjir
Ahmad Mustaqim • 22 Maret 2019 18:59
Bantul: Banjir dan longsor di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebabkan kerusakan terhadap sejumlah infrastruktur. Kebutuhan biaya untuk pemilihan infrastruktur ditaksir hingga puluhan miliaran rupiah. 
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul, Bobot Ariffi' Aidin menjelaskan, masih mendata rinci infrastruktur di mana saja yang rusak. Estimasi kebutuhan dana untuk pemulihan infrastruktur sekitar Rp50 miliar.
 
"Kalau untuk rekayasa-rekayasa lain, seperti rekayasa teknis otomatis biayanya menjadi berbeda, jadi kemungkinan angka itu bisa berkembang seiring pendataan yang dilakukan," kata Bobot di SD Pundung Jalan Mangunan Km. 1 Kradenan Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Jumat, 22 Maret 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bobot menjelaskan, perbaikan infrastruktur hanya dilakukan yang menjadi kewenangan pemerintah setempat. Perbaikan infrastruktur yang rusak di antaranya meliputi jembatan, jalan, hingga saluran irigasi pertanian. 
 
"Di luar itu, seperti rumah dan lahan milik warga (terdampak bencana alam) tidak kami hitung karena bukan kewenangan kami," beber Bobot.
 
Bobot belum memastikan sumber pendanaan untuk pemulihan infrastruktur pascabencana itu. Ada sejumlah plot anggaran yang disebut bisa dipakai untuk beberapa jenis infrastruktur berdasarkan lokasi. 
 
"Kalau jembatan penghubung kampung-kampung yang rusak, mungkin bisa dengan APBD (Pemerintah Kabupaten Bantul) atau APBD provinsi, tapi skemanya seperti apa nanti didiskusikan dulu," ujarnya. 
 
Untuk merealisasikan perbaikan, ia melanjutnya, pemerintah masih mengutamakan pendataan. Ia mengatakan akan segera melakukan penanganan kerusakan insfratruktur di Bantul.
 
"Penangananya masih kita koordinasikan lagi akan seperti apa. Jadi sementara belum dilakukan pembenahan," kata dia. 
 
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto sempat mengatakan ada 15 kecamatan terdampak banjir dan longsor. Kecamatan Imogiri dan Pundong menjadi daerah terdampak parah. 
 
"Daerah terdampak parah ini karena menimbulkan korban jiwa, hingga kerusakan infrastruktur," tuturnya.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif