Delapan Desa di Tegal Masih Kekeringan
Sejumlah warga Tegal, Jawa Tengah, mendapat bantuan air bersih dari PDAM setempat, Selasa, 30 Oktober 2018. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
Tegal: Kendati sudah diguyur hujan sejak sepekan silam, delapan desa di wilayah Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih dilanda kekeringan. Warga masih kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur mereka belum keluar air.

"Di sini (Jatinegara) memang sudah hujan, tapi sumur kami masih kering," kata Sukma Ningsih, 45, salah satu warga Desa Luwijawa, Kecamatan Jatinegara, Selasa, 30 Oktober 2018.

Sukma menyebut, desanya diguyur hujan sejak lima hari terakhir. Setiap kali turun hujan, dia harus menampung air hujan di sebuah kolam dan ember. Hal itu dilakukan karena air sumur yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masih mengering.


"Tidak hanya sumur yang kering, sawah juga kering," ungkap Sukma.

Senada, Ketua Siaga Berbasis Masyarakat (Sibat) Jatinegara, Rereb Kanthi Pangestu mengatakan, jika di wilayah kecamatan tersebut masih kesulitan mendapatkan air bersih. Sedikitnya ada delapan desa yang kerap meminta bantuan air bersih.

Delapan desa itu yakni, Desa Tamansari, Lembasari, Luwijawa, Dukuhbangsa, Gantungan, Sumbarang, Penyalahan, dan Desa Lebakwangi. "Di sini (Kecamatan Jatinegara) ada 17 desa. Tapi yang sering meminta bantuan air bersih cuma 8 desa," jelas Rereb.

Menurut Rereb, kali terakhir menggelontorkan air bersih di wilayah tersebut sekitar lima hari yang lalu. Dia menyalurkan sedikitnya dua tangki. Setiap tangki berisi 4000 liter. Meski pihaknya sudah menyalurkan air bersih, tapi beberapa warga lainnya masih kekurangan. 

"Ada tiga desa yang kemarin minta droping air lagi," pungkas Rereb.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id