Proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Diblokade Warga

Kuntoro Tayubi 04 Mei 2018 16:57 WIB
infrastrukturtol pejagan-pemalang
Proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang Diblokade Warga
Warga memblokade proyek jalan tol Trans Jawa Pejagan-Pemalang di seksi III dan seksi IV. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)
Tegal: Proyek jalan tol Trans Jawa Pejagan-Pemalang di seksi III dan seksi IV diblokade warga Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Sebab pembangunan jalan dinilai telah merusak akses jalan di desa tersebut. 

Warga menuntut PT Waskita Karya selaku pekerja proyek untuk memperbaiki akses jalan ke makam desa yang rusak. Selama ini, akses jalan ke makam kerap dilewati kendaraan dump truk yang membawa tanah untuk proyek jalan tol.

Dalam aksi itu, warga membawa keranda jenazah dan diletakkan di tengah-tengah jalan tol yang dibeton. Warga juga menghentikan kendaraan dan pekerja proyek PT Waskita Karya yang melintas. 


Kepala Dusun Kebandingan Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kusriyanto, mengatakan aksi dilakukan karena PT Waskita Karya belum memperbaiki terowongan jalan tol yang menjadi akses jalan ke makam Soka Dana. Padahal PT Waskita Karya telah berjanji untuk memperbaiki akses jalan. 

"Tapi sampai sekarang belum ada pengerjaan, sehingga warga sudah tidak bisa dibendung untuk tidak demo," kata Kusriyanto, Jumat 4 Mei 2018.

Warga menginginkan akses jalan yang berada di bawah jalan tol itu dicor dan dibuatkan saluran air. Sebab jika hujan, bisa membahayakan warga. Selain itu, warga juga menuntut normalisasi saluran air di sisi kanan dan kiri jalan tol untuk mencegah banjir. 

"Jalan itu merupakan satu-satunya akses ke makam Soka Dana. Kondisinya membahayakan karena becek dan licin. Padahal selain pemakaman umum, setiap tahun juga ada haul Mbah Soka Dana yang diadakan di kompleks makam," ujarnya.

Salah satu warga, Bambang, mengancam warga akan terus menggelar unjuk rasa jika tuntutan tak segera dipenuhi.

"Kalau tak juga dikerjakan, kita akan tutup proyeknya," ucapnya. 



(LDS)