Kirab Ganti Kelambu Makam Syekh Junaedi di Brebes

Kuntoro Tayubi 21 November 2018 13:43 WIB
budaya
Kirab Ganti Kelambu Makam Syekh Junaedi di Brebes
Suasana Kirab Ganti Kelambu Makam Syekh Junaedi Al-Baghdadi di Desa Randusanga Kulon, Brebes, Jawa Tengah. Medcom.id/Kuntoro Tayubi
Brebes: Kirab Ganti Kelambu Makam ke-274 Syekh Junaedi Al-Baghdadi merupakan upaya mempertahankan tradisi dan budaya di daerah pesisir pantai utara Jawa. Ratusan warga berjalan menyusur jalan area tambak dengan membawa hasil pertanian, perikanan, dan kelambu yang diserahkan kepada juru kunci makam.

"Selain merayakan Haul Syekh Junaedi, tradisi ini dapat mengikatkan masyarakat untuk saling remojong, gambaran dari kegotongroyongan dan keanekaragaman budaya Kabupaten Brebes," ucap Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Wijanarto, Rabu, 21 November 2018.

Kirab ini termasuk festival budaya yang menarik. Karena bertujuan menghikmati proses sejarah daerah di Indonesia yang kompleks dan tidak linier. Selain itu banyak mengandung nilai-nilai ke-Islaman.


Juru Kunci Makam, Syakhur Romli, menyebut Syekh Junaedi salah satu ulama penyebar islam di wilayah Kabupaten Brebes, khususnya di wilayah pesisir. Sosok beliau diperkirakan hidup satu masa dengan Walisongo dan makamnya berada di Desa Randusanga Wetan, Kecamatan Brebes.

Asal usul Desa Randusanga beriringan dengan keberadaan Makam Syekh Junaedi. Syekh Junaedi dipercayai berasal dari Baghdad. Kedatangan beliau ke Randusanga konon setelah wilayah itu ditinggalkan Walisongo ke Cirebon. Pernah singgahnya Walisongo itu yang menjadi asal usul nama Randusanga.

“Randusanga itu berasal dari randu dari kata randa, artinya bekas. Sedangakan sanga berarti sembilan. Jadi Randusanga dimaknai bekas peninggalan musyawarah Walisanga. Sebab saat Syekh Junaedi datang, Walisanga sudah berangkat, tinggal bekasnya saja,” kata Wijanarto, yang juga dikenal dengan Sejarawan Brebes ini.


Suasana Kirab Ganti Kelambu Makam Syekh Junaedi Al-Baghdadi di Desa Randusanga Kulon, Brebes, Jawa Tengah. Medcom.id/Kuntoro Tayubi

Seiring perkembangannya Desa Randusanga terbagi menjadi dua, yakni Desa Randusanga Kulon yang berarti Randusanga sebelah barat dan Desa Randusanga Wetan yang berarti Randusanga sebelah timur.

Kepala Desa Randusanga Wetan, Amir Mahmud, mengatakan Makam Syekh Junaedi merupakan situs bersejarah yang mampu menjadi primadona wisata religi dan dapat dimanfaatkan untuk acara keagamaan seperti ziarah. Harapannya wisata religi ini, juga dapat mendorong sektor pariwisata melalui seni dan budaya yang ada di Kabupaten Brebes.

“Saya meminta Pemkab Brebes melakukan pemugaran bangunan sarana prasarana yang ada dan memperbaiki akses menuju makam,” harapnya.
 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id