Direktur Jenderal Sumber Daya Air pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hari Suprayogi didampingi Bupati Kudus, Muhammad Tamzil, meresmikan Bendungan Logung.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hari Suprayogi didampingi Bupati Kudus, Muhammad Tamzil, meresmikan Bendungan Logung. (Rhobi Shani)

Bendungan Logung Bisa Tampung 20,15 Juta Meter Kubik Air

bendungan
Rhobi Shani • 18 Desember 2018 16:32
Kudus: Bendungan Logung di Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo Kabupaten, Jawa Tengah, mulai diisi air atau impounding. Pelaksanaan impounding dilakukan secara simbolis dengan memencet tombol sirine oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hari Suprayogi.
 
Bendungan Logung dibangun sejak 2014 memiliki tinggi 55 meter dan panjang 350 meter. Bendungan senilai Rp620 miliar ini mampu menampung air 20,15 juta meter kubik. Adapun volume efektifnya sebesar 13,72 juta meter kubik.
 
Direktur Jenderal Sumber Daya Air pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hari Suprayogi menyampaikan, Bendungan Logung direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air irigasi untuk lahan potensial maksimal 5.296 hektare. Itu terdiri dari luas irigasi eksisting 2.805 hektare dan irigasi pengembangan 2.491 hektare.  
 
“Bendungan ini dibangun untuk mewujudkan kebutuhan pangan dan air nasional,” ujar Hari Suprayogi, Selasa, 18 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hari Suprayogi berharap, pada musim hujan kapasitas air bendungan bisa mencapai 20 juta meter kubik. Selain itu, bendungan juga dapat dikembangkan untuk pariwisata dan perikanan.
 
“Kalau untuk pariwisata nanti biar Pemkab Kudus saja,” kata Hari Suprayogi.  
 
Ditambahkan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno, keberadaan Bendungan Logung untuk memenuhi kebutuhan air baku. Isinya mencapai 200 liter per detik untuk kawasan perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Kudus.
 
“Juga sekaligus  pengendalian banjir dan pembangkit listrik tenaga mikro hidro sebesar 0,50 megawatt,” ungkap Ruhban.
 
Sementara itu, Bupati Kudus, Muhammad Tamzil, telah merencanakan Bendungan Logung untuk objek wisata. Tahun depan, anggaran sebesar Rp21 miliar telah disiapkan untuk pengembangan pariwisata.
 
“Juga bisa untuk bertani dan perikanan,” tandas Tamzil.

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif