13 Ribu Balita di Jepara Stunting
ilustrasi Medcom.id
Jepara: Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mencatat sebanyak 13 ribu lebih bayi bawah lima tahun (Balita) stunting. Terbanyak, berada di wilayah Kecamatan Jepara Kota, disusul Kecamatan Bangsri.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, M Fakhrudin menyampaikan, sejak tiga tahun terakhir, jumlah balita stunting tak mengalami peningkatan berarti. Pada 2017 ada lalu ada 84.717 balita, sebanyak 16,5 persennya stunting.

"Dari tahun 2015 sampai 2017 jumlahnya sama. Ada peningkatan tapi sedikit. Tahun 2015 jumlah banyi stunting 16,47 persen, tahun 2017 jumlahnya 16,5 persen," ungkap Fakhrudin, Rabu, 14 Maret 2018.


Fakhrudin melanjutkan, dari 16 kecamatan yang ada di Jepara, hanya ada satu kecamatan yang nihil stunting. Yaitu Kecamatan Nalumsari. Kecamatan dengan status stunting rendah berikutnya Kecamatan Tahunan, yaitu 0,1 persen.

“Kalau dilihat berdasarkan persentase, balita stunting paling banyak di wilayah Pukesmas Bangsri I,” kata Fakhrudin.

Namun, data yang dimiliki Dinkes Jepara berbeda dengan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Fakhrudin melanjutkan, data Kemkes menunjukan kasus stunting di Bumi Kartini mencapai 23,4 persen. Perbandingannya, setiap empat bayi, satu bayi di antaranya stunting.

“Kalau data Kemenkes berdasarkan sampel, tidak semua balita didata,” ujar Fakhrudin.

Ditambahkan Fakhrudin, ada 10 kabupaten di Jateng yang menjadi lokus stunting di Indonesia. Jepara tidak termasuk 10 kabupaten yang menjadi lokus stunting di Jateng.
++++++++++++++++++++++++++++++++++



(ALB)