Pengamanan di Lapas Nusakambangan dan Mako Brimob Diperketat
Pengamanan di sekitar Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Minggu 13 Mei 2018, Medcom.id - Octa
Semarang: Pengamanan diperketat di sejumlah wilayah di Indonesia setelah tiga ledakan terjadi di Surabaya, Jawa Timur, Minggu 13 Mei 2018. Dua di antaranya yaitu Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan Cilacap, Jawa Tengah dan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat.

Lapas Nusakambangan menerima 145 narapidana teroris pada Kamis 10 Mei 2018. Mereka dipindahkan setelah membuat kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua.

Baca: 145 Narapidana Teroris akan Huni 2 Lapas di Nusakambangan


Petugas gabungan memperketat pengamanan di Lapas Nusakambangan. Namun Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jateng Ade Kusmanto enggan menyebutkan jumlah personel yang bersiaga.

"Untuk jumlah kekuatan, saya tak bisa sampaikan. Demi keamanan," kata Ade melalui sambungan telepon dengan Medcom.id, Minggu 13 Mei 2018.

Pengamanan, ujar Ade, melibatkan polisi dan TNI. Sementara narapidana pindahan ditempatkan di tiga Lapas.

"Yaitu Lapas Pasir Putih, Lapas Batu, dan Lapas Besi. Jumlah narapidana yang dipindahkan sebanyak 145 orang dan satu bayi," lanjut Ade.

Penjagaan juga dilakukan di sekitar Mako Brimob Kelapa Dua. Pantauan Medcom.id, polisi bersiaga mulai dari depan pintu masuk Kesatriaan di Jalan Komjen M Jasin hingga ke dalam markas. Petugas menyandang senjata laras panjang lengkap dengan rompi antipeluru.

Pengamanan juga dilakukan di sekitar Gereja Santo Thomas dan pintu masuk RS Bhayangkara yang berlokasi tak jauh dari Mako Brimob.

Yustin, 22, jemaat Santo Thomas, mengatakan ia dan rekan-rekannya tetap beribadah. Jumlah jemaat pun tak berkurang.

"Tapi kami tetap waspada,"ujar Yustin.

Baca: Tiga Ledakan di Surabaya Terjadi dalam Waktu 1,5 Jam

William, jemaat Santo Thomas, mengaku sempat khawatir setelah kerusuhan terjadi di Mako Brimob. Apalagi, gereja berlokasi di antara Mako Brimob dan RS Bhayangkara. Namun saat melihat pengamanan, ia tak khawatir lagi.

"Sempat takut. Tapi kami diimbau beribadah seperti  tapi karena dihimbau bahwa pelaksanaan ibadah seperti biasa jadi kita percaya tetap aman," paparnya.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id