Batu Diduga dari Masa Megalitikum Ditemukan di Gunungkidul
Sejumlah batuan yang ditemukan warga di Dusun Kenteng, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Gunungkidul: Warga menemukan lima batu menyerupai penyangga rumah masa lampau di Dusun Kenteng, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diduga, batu berasal dari zaman megalitikum.

Sarjono, tokoh masyarakat, mengatakan batu ditemukan saat warga sedang bergotong royong memperbaiki jalan akhir bulan lalu. Batu ditemukan saat warga menggali tanah.

Batu terkubur di dalam tanah. Batu berbentuk segi empat dengan cekukan dan lubang di bagian tengah. Ukurannya beragam. ADa yang berukuran 1 meter x 70 centimeter. Ada juga yang berukuran 60 cm x 60 cm.


"Penemuan batu jadi tontonan warga bahkan hingga hari ini," kata Sarjono, Kamis, 9 Agustus 2018.

Batu masih berada di lahan milik warga bernama Harjo Winoto. Sebab warga tidak tahu kemana harus memindahkan batu.

Menurut Harjo, batu-batu sudah ada sejak dirinya masih kecil. Namun orang tuanya tak memindahkan batu. Sehingga batu tertimbun tanah.

"Niatnya mau dibuatkan tempat buat meletakkan batu-batu ini," kata dia. 

Balai Cagar Budaya DIY mengirimkan tim untuk meninjau batu pada 1 Agustus 2018. Tim tak bisa memindahkan batu karena lokasi sulit diakses kendaraan.

"Jalurnya susah dilewati. Kami juga menunggu kesepakatan warga boleh diamankan apa tidak. Kalau tidak, biar dirawat di sana," kata Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, Ari Setyastuti.

Ari belum dapat memperkirakan usia batu. Namun pengamatan sementara, lanjut Ari, batu berjenis tuf atau batu putih.

Memang, ungkapnya, banyak temuan bersejarah di Gunungkidul. Mungkin, temuan itu berkaitan dengan peradaban masa megalitikum

Ari juga belum mengetahui fungsi batu. Ia memperkirakan batu itu digunakan untuk menghaluskan biji-bijian.



(RRN)