Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo menerangkan tunggakan pembayaran dari BPJS ke kantornya sekitar Rp11 miliar. Nilai tersebut meliputi sejumlah hal, mulai dari klaim rawat inap, rawat jalan, hingga perobatan pasien selama Mei hingga Juni 2018.
"Memang (klaim pembayaran) bulan Juni belum jatuh tempo. Biasanya transfer (pembayaran) akhir Juli, tapi sampai sekarang belum dibayarkan," ujar Joko di Sleman, Selasa, 31 Juli 2018.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Joko menyatakan BPJS perlu segera membayarkan klaim pasien anggota BPJS. Sebab, sebanyak 90 persen pasien di RSUD Sleman merupakan anggota BPJS.
Jika pembayaran terlambat lebih dari tiga bulan, lanjutnya, ini akan membahayakan operasional RSUD Sleman. Sebagai antisipasi, pihaknya menyiapkan dana cadangan untuk operasional.
"Harapan kami (klaim) segera dibayarkan, misalnya berapa persennya. Kami masih tetap layani pasien dengan baik," ujarnya.
Di RSUD Wates, Kulon Progo, tunggakan klaim dana BPJS diklaim mencapai Rp13,4 miliar. Pegawai DI RSUD Wates sempat memasang spanduk nilai tunggakan klaim dana BPJS itu di area rumah sakit. Hal ini sempat menjadi sorotan warganet di media sosial.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wates, Agung Sugiarto mengatakan lembaganya telah mengeluarkan dana cadangan sekitar Rp1 miliar untuk operasional. "Ini agar pelayanan kesehatan tetap berjalan," ujarnya.
Menurut dia, keuangan RSUD Wates kurang stabil. Selain itu, kata Agung, pihak rumah sakit juga melakukan efisiensi pengeluaran kegiatan karyawan. "Kami tetap berikan pelayanan maksimal kepada pasien," katanya.
Kepala BPJS Kesehatan Kulon Progo Agus Tri Utomo membantah jika klaim tunggakan mencapai belasan miliar. Menurut dia, nilai tunggakan untuk bulan Mei sekitar Rp4,5 miliar.
Ia menyatakan, pembayaran yang telat ini terjadi karena keterlambatan pencairan dana dari BPJS pusat. Jika mengacu batas maksimal pemasukan data, ungkapnya, tiap bulan hingga tanggal 20.
"RSUD Wates ini entry data tanggal 26 Juni. Kami memiliki tenggat 15 hari untuk verifikasi untuk kemudian dikirimkan ke BOKS pusat. Nanti (BPJS) pusat yang transfer uangnya langsung," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
