Juru Parkir Nakal di Yogyakarta Ditindak
Sebuah kartu parkir yang diubah tarifnya dengan sewenang-wenang. Istimewa
Yogyakarta: Sebanyak 19 juru parkir liar pelanggar aturan di Yogyakarta ditindak. Para juru parkir tersebut menarik tarif parkir sewenang-wenang saat banyak wisatawan menikmati libur lebaran 2018 di Yogyakarta.

Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Imanuddi Aziz mengatakan pelanggaran yang dilanggar para juru parkir tersebut bermacam-macam. Mulai dari mematok tarif sewenang-wenang, tak berizin, serta penggunaan lahan yang tak sesuai.

"Kegiatan parkir yang dilakukan jukir (juru parkir) liar itu juga menyebabkan kemacetan," ujar Aziz saat dihubungi Kamis, 21 Juni 2018.


Para juru parkir liar itu menetapkan tarif parkir jauh di atas ketentuan. Tarif parkir sepeda motor yang biasanya Rp2.000 diganti menjadi Rp20 ribu atau naik 10 kali lipat.

Aziz mengaku jajarannya melakukan pemantauan di sejumlah titik lokasi parkir. Menurut dia, sejumlah juru parkir juga sudah dibina agar tidak melanggar aturan.

Juru parkir yang melanggar aturan itu ditindak karena melakukan tindak pidana ringan (Tipiring) dan dilakukan sidang di pengadilan.

Sejumlah titik yang disinyalir terjadi pelanggaran parkir yakni di Jalan Beskalan, Suryatmajan, Ketandan, C. Simanjuntak, kawasan Utara dan selatan Gedung Agung, dan Jalan Solo.

Berdasar Perartuaran Daerah Nomor 5 Tahun 2012 tentang Retibusi Jasa Umum tarif retribusi pada satuan ruang parkir di tepi jalan umum kawasan I, tarif parkir termahal sebesar Rp30 ribu dan berlaku pada truk gandeng sumbu III. Untuk mobil pribadi besaran tarif Rp2 ribu dan sepeda motor Rp1 ribu.

"Jika ada juru parkir resmi menaikkan tarif (sewenang-wenang) akan kita pertimbangkan izin operasionalnya," tuturnya.


Salah satu titik parkir di Kota Yogyakarta. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Ia mengaku sempat mengetahui ada kenaikan tarif parkir di kawasan wisata Kebun Binatang Gembiraloka. Namun, lanjutnya, sudah dilakukan sosialisasi Perda dari tingkat warga, kelurahan, hingga kecamatan.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti memerintahkan jajarannya menindak tegas pelaku parkir liar. Menurutnya, tindakan tegas harus sampai memunculkan efekjera kepada pelaku.

"Kalau masih kapok ya tindak lagi (untuk yang berizin) tindak lagi, sampai pada pencabutan izin tidak boleh beroperasi," kata dia.

Ia menduga, perilaku menaikkan tarif parkir itu terjadi karena sempit lahan parkir. Sementara, jumlah wisatawan saat liburan di Yogyakarta cukup besar.

"Tindakan demikian (parkir liar dan menaikkan tarif sewenang-wenang) harus kita hilangkan. Ini harus kita rapikan," katanya.



(SUR)