Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id. (Akhmad Safuan)

Banjir Rob Masih Menjadi Ancaman Serius di Pantura

bencana banjir
Akhmad Safuan • 11 Februari 2019 12:10
Semarang: Bencana banjir air laut pasang (rob) menjadi ancaman serius di pantura, meskipun berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi ini namun belum menunjukan hasil maksimal. Sejumlah daerah masih menjadi langganan tetap seperti Kota Pekakongan, Kota Semarang, Kabupaten Demak dan Jepara.
 
Pemantauan Media Indonesia Senin 11 Februari banjir rob masih menjadi ancaman serius di beberapa daerah di pantura Jawa Tengah dengan ketinggian bervariasi 10-150 sentimeter, bahkan rob menjadi langganan warga yang berada di pesisir hingga radius 7 kilometer dari bibir pantai.
 
Di Kota Semarang banjir rob menjadi langganan cukup serius di bagian utara seperti Kaligawe dan Genuk, bahkan meskipun tidak ada hujan genangan air merendam rumah dan jalan perkampungan serta beberapa sungai meluap karena air mengalir berbalik arah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Demikian di daerah Demak banjir rob tidak hanya merendam jalur pantura Semarang-Demak di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, banjir ini juga mengakibatkan hampir setiap hari warga harus bejibaku dengan genangan air, sampah dan lumpur yang terbawa banjir. 
 
Banjir rob datang hampir setiap hari, saya sudah tiga kali meninggikan rumah dalam dua tahun ini," kata Bambang,40, warga Tugu, Kecamatan Sayung Demak.
 
Bahkan akibat banjir rob ini, ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Bedono, Kecamatan Sayung, Demak harus belajar dengan telanjang kaki katena lantai yang terendam dan berlumpur, sehingga sebelum memulai belajar siswa dan guru harus membersihkan kelas agar lebih bersih.
 
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa katena kondisi seperti ini setiap hari, bahkan sekolah yang tidak jauh dari bibir pantai ini rencananya akan digabung dengan SD Negeri 02 Bedono karena sudah tidak layak lagi untuk belajar akibat banjir rob," ujar Kepala SDN Bedono 1 Demak Muayatun.
 
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah di pantura terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi banjir rob tersebut, setahap demi setahap langkah itu diujudkan untuk menyelesaikan perrsoalan ini.
 
Untuk banjir di Pekalongan, lanjut Ganjar, saat ini sedang dibangun tanggul pengaman pantai sepanjang 8,5 kilometet dan setinggi 3 meter, sehingga selesainya pembangunan tanggul ini nanti diharapkan akan mampu menahan air laut masuk ke darat. 
 
"Saya sudah minta pembangunan itu dipercepat," imbuhnya.
 
Mengatasi banjir di Semarang, demikian Ganjar Pranowo, berbagai tahap pembangunan juga sedang berjalan seperti pembuatan polder, normalisasi beberapa sungai dan pemasangan pompa air dalam kapasitas besar di bebetapa titik juga sudah dilakukan dengan salah satunya rumsh pompa Sungai Sringin.
 
"Saat ini sedang berlangsung normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur, Sringin, Tenggang dan nanti menyusul Sungai Babon, setelah semua selesai termasuk polder maka tidak akan ada banjir rob lagi,” kata Ganjar.
 
Selain beberapa pekerjaan itu, ujar Ganjar Pranowo, mengatasi banjir di pantura Semarang-Demak saat ini juga sedang dilakukan persiapan pembangunan tanggul raksasa yang sekaligus jalan tol Semarang-Demak sepanjang 24,74kilometer yang akan dimulai tahun ini. 
 
"Setelah tol dan sekaligus tanggul ini selesai maka banjir rob Semarang Timur hingga Sayung, Demak tidak akan ada lagi,"tambahnya.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi