Progres pembangunan ruang tunggu bandara NYIA untuk penerbangan internasional. Medcom.id-Ahmad Mustaqim
Progres pembangunan ruang tunggu bandara NYIA untuk penerbangan internasional. Medcom.id-Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Dua Akses Jalur Menuju Bandara NYIA Disiapkan

bandara yogyakarta
Ahmad Mustaqim • 17 Februari 2019 14:22
Yogyakarta: PT Angkasa Pura I menyiapkan dua akses jalur menuju bandara New Yogyakarta International Airport di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dua akses ini akan jadi penopang untuk operasional perdana NYIA pada April 2019.
 
General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengungkapkan akses pertama sudah dipastikan melewati jalan raya dari Yogyakarta menuju Kulon Progo. Namun, jalur ini dinilai tak akan maksimal karena belum adanya pelebaran jalan.
 
Satu jalur lain yang disiapkan yakni menggunakan akses kereta api dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju Stasiun Wojo, Purworejo. Dari Stasiun Wojo dapat menggunakan bus untuk menuju NYIA yang jaraknya sekitar 5,1 kilometer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini pernah pernah dicoba Gubernur DIY dari Stasiun Tugu ke bandara NYIA kurang lebih (durasinya) 45 menit. Akan beberapa gerbong yang dioperasionalkan PT KAI tiap hari secara periodik untuk pemberhentian di stasiun Wojo," kata Agus, Minggu, 17 Februari 2019. 
 
Akses dari Stasiun Wojo menuju NYIA akan ditopang Shuttle Bus dari perusahaan BUMN, DAMRI. "Kami optimis April minggu pertama akan memindahkan flight internasional yang sementara existing di Adisutjipto," ujarnya. 
 
Maskapai AirAsia dan SilkAir akan membuka penerbangan internasional perdana di NYIA. Dua maskapai itu memiliki rute tujuan ke Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia. Pemindahan penerbangan itu juga diikuti kantor Imigrasi dan Balai Karantina. 
 
(Baca: Bandara New Yogyakarta Diyakini Datangkan Lebih Banyak Wisman)
 
Menurut Pimpinan Proyek Pembangunan Bandara NYIA PT Angkasa Pura I, Taochid Purnama Hadi, progres pembangunan fisik saat ini mencapai 36 persen. Pembangunan diperkirakan rampung 100 persen pada akhir 2019. 
 
Meski demikian, ia meyakini target operasional penerbangan internasional pada April 2019 bisa tercapai. Misalnya, upaya pengerjaan landasan sepanjang 3.250 meter ditopang dengan kemampuan produksi beton 6 ribu kubik perhari. Sementara, produksi aspal dalam sehari sekitar 2 ton. Pengaspalan landasan akan dimulai pekan depan. 
 
PT Angkasa Pura I mengucurkan dana Rp152 miliar per Minggu kepada kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PP) untuk proyek itu. Hingga kini, PT Angkasa Pura sudah mengeluarkan Rp2,1 triliun dari total nilai proyek Rp6,1 triliun itu. "Kita masih mengejar untuk April bisa beroperasi," ujarnya. 
 
Taochid juga menjelaskan, lahan seluas 1 hektar disiapkan untuk kantor dan towernya khusus AirNav yang ditargetkan selesai bulan April. Namun, kata dia, belum bisa beroperasi lantaran peralatan di dalam tower harus impor lebih dulu. 
 
"Kita akan punya modular tower (AirNav). Sudah disiapkan dari Bandung. Awal Maret dimobilisasi ke sini (NYIA). Tingginya sekitar sembilan meter," pungkasnya.
 

(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif