Ilustrasi tumpukan sampah, Medcom.id
Ilustrasi tumpukan sampah, Medcom.id (Ahmad Mustaqim)

Masyarakat Diimbau Cegah DBD secara Alami

demam berdarah
Ahmad Mustaqim • 28 Februari 2019 06:38
Bantul: Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat mencegah demam berdarah dengue (DBD) secara alami. Selain menjaga kebersihan lingkungan, juga bisa memanfaatkan tanaman yang tak disukai nyamuk. 
 
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan kasus DBD di wilayah belum berada pada kategori tinggi. Ia menyebutkan, kasus DBD pada 2017 ada sekitar 500an. 
 
Sementara, pada 2018 turun menjadi 181 kasus dan awal tahun ini sebanyak 33 kasus. "Alhamdulilah tahun lalu tak ada yang meninggal. Kami kira awal tahun ini kejadian (DBD) masih dalam posisi biasa," ujar Joko kepada Medcom.id pada Kamis, 31 Januari 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Joko mengatakan, masyarakat yang terkena DBD dominan berada di kawasan perbatasan perkotaan. Beberapa wilayah terdampak di antaranya Kecamatan Kasihan, Kecamatan Banguntapan, Kecamatan Sewon, dan Kecamatan Piyungan. Empat kecamatan ini berbeda dan persis berbatasan dengan Kota Yogyakarta. 
 
Menurut dia, masalah kasus DBD bukan sekadar lingkungan tak bersih. Posisi Indonesia di daerah tropis menjadi salah satu sebab banyaknya kasus DBD. 
 
"Daerah tropis ini terdapat curah hujan tinggi sehingga memungkinkan nyamuk bisa berkembang," ujarnya. 
 
Sejauh ini, pihaknya terus menyosialisasikan kepada berbagai lapisan masyarakat untuk menguras bak mandi, mengubur sampah, dan menutup penampungan air, atau biasa disebut program 3M. Selain itu, juga dilakukan penyuluhan petugas puskesmas kepada masyarakat di berbagai wilayah. 
 
Selain itu, ia mengatakan, masyarakat bisa memanfaatkan tanaman, seperti lavender dan serai. Tanaman jenis ini tak disukai nyamuk. 
 
"Kami kira ini bisa menjadi cara pendukung untuk menjaga kesehatan masyarakat. Tanaman seperti itu bisa ditanam di dalam pot dan dimasukkan ke dalam rumah," ujarnya. 
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif