Barang bukti surat suara yang dibakar di TPS 9 Jaranmati, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Foto: Istimewa (Ahmad Mustaqim)
Barang bukti surat suara yang dibakar di TPS 9 Jaranmati, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Foto: Istimewa (Ahmad Mustaqim) (Ahmad Mustaqim)

Pembakar Surat Suara Divonis Hukuman Percobaan

kampanye pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ahmad Mustaqim • 24 Juni 2019 15:35
Gunungkidul: Majelis hakim Pengadilan Negeri Wonosari Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta memvonis pelaku pembakaran surat suara, Mahardika Wirabuana Krisnamurti, 21, dengan hukuman dua bulan penjara, Senin, 24 Juni 2019. 
 
Dalam sidang vonis yang dipimpin hakim Ketua Trijoko Yohanes Gantar Pamungkas dan dua hakim anggota; Agung Budi Setiawan dan Melia Nur Pratiwi, tak mengharuskan Mahardika berada di sel karena bisa digantikan masa percobaan selama enam bulan. 
 
Mahardika dianggap terbukti melanggar Pasal 531 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Adapun pasal tersebut termaktub hukuman dua tahun penjara dan denda Rp24 juta. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Artinya, terdakwa tak perlu menjalani hukuman itu selama enam bulan ke depan dia tak terkena pidana," kata Humas Pengasilan Negeri Wonosari, Agung Budi Setiawan. 
 
Baca: Warga di Gunungkidul Bakar Surat Suara di TPS
 
Agung mengatakan Mahardika membakar surat suara di TPS 9 Jaranmati Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul pada pemilu 17 April 2019. Adapun yang dibakar yakni surat suara DPR RI. Selain itu, Mahardika merobek tiga surat suara lain. Sementara, surat suara DPD utuh. 
 
Sidang vonis tersebut berjalan cepat. Agung mengatakan, terdakwa menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim. 
 
Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ari Hani Saputri mengungkapkan, pihaknya masih pikir-pikir atas putusan majelis hakim. Terlepas dari itu, ia pun meyakini Mahardika terbukti sahih membakar logistik pemilu. 
 
"Terdakwa jelas mengganggu jalannya pemilu. Memang, dalam persidangan itu ada yang memberatkan dan meringankan karena terdakwa kooperatif," ucapnya.
 
Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono, mengatakan, kasus yang sampai pengadilan itu jadi edukasi bagi publik dan dunia demokrasi. Menurut dia, publik yang merasa kecewa tak patut melakukan tindakan perusakan, termasuk logistik surat suara. 
 
"(Pelaku) kecewa karena wakil rakyat tak sesuai harapan. Dia tak sebutkan siapa nama wakil rakyat itu," ungkapnya. 
 
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif