Ilustrasi/Medcom.id.
Ilustrasi/Medcom.id. (Ahmad Mustaqim)

Pembangunan KEK di Bantul Mencapai 80 Persen

kawasan ekonomi khusus
Ahmad Mustaqim • 17 Juni 2019 14:05
Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan proses pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul sudah mencapai 80 persen. Dokumen perizinan juga diklaim sudah terpenuhi.
 
"Prosesnya sudah 80 persen. Kalau oke berarti secara legalitas terpenuhi 17 dokumen (perizinan) itu," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Budi Wibowo saat dihubungi pada Senin, 17 Juni 2019. 
 
Ia mengatakan desain pembangunan KEK itu mendekat ke 40 desa. Dengan bantuan Kementerian Desa, sebanyak 90 orang telah mendapat pelatihan untuk diterjunkan ke 40 desa usai Lebaran. Ia memperkirakan, produksi di KEK Piyungan bisa mencapai 100 kontainer per bulan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu riil di tengah masyarakat. Riil rumah tangga miskin. Salah satu anggotanya itu bisa bekerja di situ untuk menambah pendapatan supaya tidak miskin lagi. Setelah memiliki pendapatan bisa melepaskan status miskin," ujarnya. 
 
Menurut dia, setelah keluarga melepas status miskin, praktis akan melepas sejumlah hak. Misalnya, kartu sehat dan kartu pintar. Namun, pihaknya akan melihat perusahaan nantinya bisa menjamin keluarga tersebut atau tidak. 
 
Budi memperkirakan, KEK itu membutuhkan jumlah tenaga cukup besar. "Penjahit bisa membutuhkan seribu orang. Itu potensi luar biasa. Berapapun kalau membutuhkan penataan bagaimana (mengambil tenaga dari) Jogja," kata dia. 
 
Ia mengungkapkan, saat ini juga tengah menyelesaikan kebutuhan sarana dan pra sarana. Menurut dia, konsep KEK tersebut bisa dimanfaatkan ibu rumah tangga sambil mengasuh anak. 
 
Budi juga menyatakan KEK tak hanya dibangun di Piyungan. KEK juga hendak dibangun di kawasan wisata Parangtritis. "Selain Parangtritis, ada di Tambakboyo, kemudian yang ada di Gunungkidul," ucapnya. 
 
Ia berharap akan ada investor masuk ke KEK. Masuknya investor ke KEK di kawasan wisata diharapkan bisa sekaligus mengembangkan wisata. Akan tetapi, pihaknya masih melengkapi perizinan, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). 
 
"Kalau masuk di dalam kawasan akan mendapat kemudahan. Kalau di luar tak ada kemudian, misalnya soal tax (pajak). Ada beberapa yang mulai melamar," tuturnya. 
 


 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif