"Untungnya kita punya tabungan para suster, dan tergerus untuk ini. Kalau tergerus teruskan pasti habis. Nantinya akan menggagu operasional. Tapi kami percaya pada Pemerintah," kata Direktur Utama Rumah Sakit Elisabeth Semarang, Nindyawan Waluyo Adi, Rabu, 26 September 2018.
Nindyawan mengatakan pembayaran klaim BPJS mulai macet sejak Mei 2018. Klaim rata per bulan hingga September mencapai Rp9-10 miliar.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Klaim kita terakhir Juni ini yang belum bayar mencapai Rp13,2 miliar, untuk klaim sampai September belum diverifikasi," katanya saat ditemui di kantornya, Semarang, Rabu, 26 September 2018.
Nindyawan mengungkapkan, selain tagihan yang belum dibayar, proses verifikasi klaim juga sangat lama dan mempunyai risiko tidak terbayarkan jika tidak ada kecocokan fasilitas klaim.
"Klaim BPJS Kesehatan ini yang lama prosesnya. Dulu ada petugasnya di sini, sekarang tidak, prosesnya harus menunggu verifikasi. Belum lagi kalau klaimnya tidak disetujui, maka harus menanggung. Karena apa yang kita layani harus sesuai," ujarnya.
Ia mengatakan selalu menagih pembayaran baik melalui surat maupun bertemu secara langsung. Ia berharap BPJS agar segera membayar tunggakan. Sehingga pelayanan pasien peserta BPJS, baik rawat jalan maupun rawat inap, tetap berjalan.
"Kita sampai sekarang enggak menyetop pelayanan BPJS, karena 65 persen pasien menggunakan fasilitas itu. Tapi kita melakukan efisiensi salah satunya penyesuaian obat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(ALB)
