Ilustrasi sejumlah truk pengangkut sampah yang terparkir di jalan menuju area TPST Piyungan. Medcom.id-Ahmad Mustaqim.
Ilustrasi sejumlah truk pengangkut sampah yang terparkir di jalan menuju area TPST Piyungan. Medcom.id-Ahmad Mustaqim. (Patricia Vicka, Ahmad Mustaqim)

Perbaikan Jalan ke TPST Piyungan Segera Dikerjakan

sampah
Patricia Vicka, Ahmad Mustaqim • 26 Maret 2019 19:25
Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus berkomunikasi dengan warga untuk mau membuka akses jalan ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan di Bantul. Pemda akan melakukan perbaikan akses jalanan menuju TPST dalam waktu dekat.
 
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemda DIY Gatot Saptadi mengatakan, perbaikan dilakukan usai proses lelang pelaksana selesai.
 
"Harusnya sudah (perbaikan jalan). Tapi Kemarin proses lelang tertunda. Jadi perbaikan jalan dilakukan April 2019," kata Gatot di Jogja Expo Center (JEC) Bantul, Selasa, 26 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perbaikan jalan masuk menuju TPST adalah salah satu tuntutan warga sejak penutupan pertama pada akhir 2018. Lantaran kondisi jalan masuk sangat memprihatinkan. Tumpukan sampah berserakan dan bercampur dengan air dan lumpur.
 
Gatot menjelaskan proses perbaikan jalan tidak bisa dilakukan secara cepat. Pasalnya Pemda harus menunggu anggaran di APBD 2019 cair. "Sudah kami komunikasikan dengan warga, anggaran 2019 baru turunkan awal tahun. Jadi butuh waktu perbaikan jalan," beber Gatot.
 
Gatot kembali mengatakan, pihaknya akan memenuhi tuntutan warga di TPST Piyungan secara bertahap. Pemerintah telah membahas sejumlah tuntutan warga yang menutup akses masuk pembuangan sampah di TPST seluas 14,5 hektar itu.
 
TPST tersebut dikelola di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP EDSM) DIY. "Sudah kita bicarakan, susah ketemu Dinas PU (PUP ESDM). Yang penting itu kan teknisnya mau jalan tembus atau apa," ungkap Gatot.
 
Gatot menjelaskan, pemerintah sudah berkomunikasi untuk mendatangkan alat berat untuk menggeser sejumlah tumpukan sampah di TPST. Ia memperkirakan alat berat akan datang pada pekan ini.
 
Untuk pengaspalan jalan, kata Gatot, baru akan bisa dilakukan pada bulan April. Menurut dia, lamanya proses pemenuhan pengaspalan jalan ini karena harus melalui proses lelang. 
 
"Minta (perbaikan) jalan, oke, jalan saya minta waktu karena proses lelang. Mungkin bulan April baru bisa dilaksanakan. Apalagi, proses pengadaan kemarin, Kamis ini lah baru kemarin. Anggaran 2019 turunnya baru bulan Januari," kata Gatot.
 
Soal tuntutan pembangunan dermaga di TPST, menurut Gatot, hanya masalah waktu saja. Ia menilai, terganggunya warga akibat antrean panjang mobil pengangkut sampah dalam kondisi jalan terdapat genangan air, karena dalam situasi musim hujan. 
 
"Kalau tidak musim hujan tidak akan seperti itu, jadi masalah waktu saja. Sebetulnya aspirasi masyarakat sudah kita siapkan tapi karena prosesnya harus lelang, harus pengadaan jadi butuh waktu," pungkas Gatot.
 
Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY, Sutarto mengatakan, perbaikan jalan akan dilakukan dari simpang tiga Jalan Piyungan-Pleret sampai TPST Piyungan.
 
Selain itu DLH akan membangun jalur khusus untuk jalur masuk truk sampah menuju TPST. Jalur ini terpisah dengan jalan umum yang diblokade warga. "Tapi itu rencana jangka panjang. Karena butuh anggaran banyak dan belum dianggarkan tahun ini," ungkap Sutarto.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif